6.1 C
New York
Sabtu, Desember 3, 2022

Buy now

PAD Retribusi IMB Pemkot Surabaya Naik Rp 55 M

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Kota Surabaya kembali mengukuhkan diri sebagai kota yang maju dalam perdagangan dan jasa. Hal ini terlihat dari pencapaian target pendapatan asli daerah (PAD) dari sector retribusi ijin mendirikan bangunan (IMB). Bahkan dalam perubahan anggaran keuangan, target pendapatan yang semulanya Rp 132 miliar, dinaikkan sebanyak Rp 55 miliar.

Menjamurnya Apartemen di Surabaya turut menyumbang retribusi Ijin Mendirikan Bangunan
“Total target pendapatan kita sekarang Rp 187 miliar,” ulas Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Eri Cahyadi, kemarin. (21/10/2015)

Eri menyatakan, pendaapatan retribusi IMB tahun ini memang meningkat pesat. Sampai saat ini, dari target tersebut, sudah hampir tercapai 100 persen. Per bulan ini dari target tersebut, sudah tercapai Rp 182 miliar. Pria berusia 38 tahun ini optims bahwa akhir tahun ini target itu bias tercapai. Utamanya dengan didukung perkembangan investasi di Surabaya yang cukup pesat.

Lebih lanjut, Eri menjelaskan, pendapatan tersebut diperoleh dari tiga jenis perijinan pendirian bangunan. Yang pertama adalah ijin bangunan gedung yang meliputi hunian, pertokoan, mall, dan juga perkantoran. Lalu yang kedua adalah reklame, dan yang ketiga adalah jenis tower.

“Ada tiga jenis perijinan, dari tiga itu yang paling banyak adalah IMB gedung. Persentasenya sekitar 80 persen,” tambah Eri.

Eri menjelaskan, pada dasarnya tugas pemkot adalah menyediakan mekanisme perijinan yang mudah sehingga membuat para investor merasa nyaman menanamkan investasi di Surabaya. Hal itu menjadi penting, sebab datangnya invetor ke Surabaya membawa banyak peuntungan bagi kota Surabaya.

Bukan hanya investornya, melainkan juga warga kota Surabaya. Jika banyak investor yang memanankan investasi maka wwarga Surabaya akan tercukupi kebutuhannya. Kedua dengan banyaknya kegiatan ekonomi di Surabaya maka akan semakin sirkulasi ekonomi di kota Pahlawan akan terus berjalan.

“Fasislitas lengkap dan semua ada tentu yang akan merasakan manfaatnya juga warga Surabaya sendiri,” tandasnya.

Sementara itu Kabid Tata Bangunan DCKTR Surabaya Awaluddin menyatakan, jika gedung terus mengalami peningkatan, perijinan tower juga mengalami peningkatan. Khususnya sejak terbitnya aturan tentang perijinan IMB selamanya untuk tower yang berdiri kurang dari 2009 maka harus mengurus perijinan ulang untuk diterapkan perijinan selamanya.

“Sekarang total perijinan IMB tower ada 630 tower. Yang sebelum tahun 2009 itu hanya 161 IMB. Tapi begitu ada peraturan itu, maka pengusaha tower berbondong bonding untuk urus IMB karena IMB nya berlaku satu kali untuk selamanya,” tutur Awal. (ks1/red)

Related Articles

Stay Connected

22,764FansSuka
3,592PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles