Pakde Karwo : RSU Haji Harus Bisa Jadi Role Model RS Islam di Indonesia

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Kesan negatif sebagian masyarakat terhadap Rumah Sakit (RS) yang menggunakan label Islam yang seakan-akan pelayanannya kurang memuaskan, menurut Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, harus dihapuskan.

Oleh karena itu Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur, meminta minta Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Surabaya menjadi role model (contoh teladan) bagi RS Islam di Indonesia.

Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo didampingi Sekdaprov Jatim, Dr. H. Akhmad Sukardi dan Dirut RSU Haji, dr. Sasongko, saat meresmikan ruang operasi bedah di RSU Haji Surabaya, Jumat (22/4/2016)

“Saya minta RSU Haji menjadi role model bagi RS Islam, untuk menciptakan brand positif bahwa RS Islam bisa melayani pasien lebih bagus dari tempat lain,” terang Pakde Karwo saat Peringatan Milad ke-23 RSU Haji Surabaya, Jumat (22/4/2016).

Peringatan Milad RSU Haji Surabaya yang mengambil tema “Mari Kita Tingkatkan Mutu Layanan yang Berorientasi pada Keselamatan Pasien” ini juga dilanjutkan dengan Persemian Gedung Al-Aqsha RSU Haji Surabaya.

Pakde Karwo juga menegaskan, RSU Haji memiliki modal yang kuat untuk menciptakan brand positif dan menjadi role model bagi RS Islam, dengan melalui penyediaan fasilitas pelayanan medis dan fasilitas penunjang umum yang lengkap, serta didukung oleh dokter umum dan dokter spesialis yang berpengalaman.

“Tentunya dengan fasilitas yang memadai dan tersedianya dokter yang berpengalaman, akan membuat image RS Islam menjadi baik,” terang Soekarwo.

Lebih jauh Pakde Karwo menuturkan, meski fasilitas serba lengkap, RSU Haji harus memberikan pelayanan prima dan plus yang islami kepada pasien. Seperti misalnya, setiap subuh ada ustadz yang keliling dan mendatangi kamar pasien, kemudian menyapa, lalu mengajak pasien, serta perawat untuk berdoa bersama demi kesembuhan si pasien.

“Cara-cara seperti itulah yang bisa mempercepat kesembuhan pasien. Karena 80% orang sakit itu disebabkan perasaannya tidak dilayani dengan baik. Karena itu, Dirut dan seluruh karyawan RS Haji harus bisa memberikan pelayanan prima plus islami kepada pasien,” terangnya.

Dengan demikian, menurut Gubernur, nantinya bila masyarakat berbicara RS Islam, mereka akan ingat RSU Haji Surabaya, karena RSU Haji menjadi role model bagi RS Islam di Indonesia, khususnya Jatim.

Senada dengan Pakde Karwo, Dirut RSU Haji, dr. Sasongko menjelaskan, bahwa pihaknya akan terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya masyarakat maskin. Salah satunya adalah dengan mendirikan Gedung Al-Aqsha, yang pembangunannya dimulai pada 2010 dan selesai pada 2015 kemarin.

“Gedung Al-Aqsha ini merupakan komitmen kami untuk membuat RSU Haji menjadi lebih baik lagi dalam melayani masyarakat, khususnya masyarakat maskin. Selain tentu saja lebih profesional, dan efisien. Kami juga berharap seluruh karyawan dapat terus termotivasi, dan berinovasi bagi kemajuan RSU Haji,” ujarnya.

Dengan diresmikannya gedung Al-Aqsha, tentunya akan menambah lengkap fasilitas yang terdapat RS Islam yang terletak di Jl. Manyar Kertoadi Surabaya ini, karena berbagai fasilitas telah dilengkapi di gedung ini, seperti Gedung Rawat Inap Obstetri dan Ginekologi & CSSD (Central Sterile Supply Department) untuk masyarakat miskin, Bedah Central & Rawat Inap Bedah, Rawat Inap Isolasi & Rawat Inap Paru untuk masyarakat miskin. (EP)

Leave a Reply