2.3 C
New York
Senin, Desember 5, 2022

Buy now

Pangarmatim Beri Pembekalan Santri Pelayaran Bela Negara

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Memasuki hari kedua berada di Mako Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), santri perserta Pelayaran Bela Negara  menerima pembekalan dari Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Darwanto, SE, MAP yang dilaksanakan di Gedung Panti Armada Koarmatim Ujung, Surabaya, Selasa (24/11/2015).

Pangarmatim Beri Pembekalan Santri Pelayaran Bela Negara

Pelayaran santri Bela Negara yang diikuti oleh santri dari berbagai daerah di Indonesia tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat wawasan nusantara, wawasan kemaritiman nasional serta memperkuat perspektif tentang potensi kelautan Indonesia dan pertahanan negara.

Selain itu, Pelayaran Santri Bela Negara yang menggunakan KRI Banda Aceh-593 dengan rute Jakarta-Surabaya-Jakarta, juga bertujuan untuk mewujudkan kemanunggalan antara TNI dengan santri, pelajar, pemuda, mahasiswa dan komunitas islam nusantara dalam komitmen untuk membela dan mempertahankan kemerdekaan serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam pembekalannya, Pangarmatim mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang dua pertiga wilayahnya merupakan lautan serta memiliki sumber daya alam dan potensi wisata yang sangat besar dan indah.

“Kondisi demikian, selain sebagai sebuah keuntungan juga menimbulkan potensi kerawanan terhadap pelanggran wilayah,” katanya, Selasa (24/11/2015).

Pangarmatim juga mengingatkan kepada para santri bahwa Indonesia mempunyai sejarah kejayaan maritim yang luar biasa, baik pada masa kerajaan maupun pada masa kolonial.

Pada masa pasca kemerdekaan saat ini, lanjut Pangarmatim, pemerintah saat ini ingin mewujudkan kembali kejayaan  maritim di Indonesia. Hal tersebut seperti yang disampaikan dalam Pidato Presiden Joko Widodo saat pelantikannya di istana negara.

Dalam pidato tersebut, Presiden mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bekerja dengan sekeras-kerasnya untuk mengembalikan Indonesia sebagai negara maritim, karena sudah lama Indonesia memunggungi laut, memunggungi samudra dan memunggungi selat dan teluk.

Lebih lanjut dikatakan, pondok pesantren mempunyai peran yang sangat sentral dalam upaya bela negara. Pnodok pesantren bisa menjadi kepanjangan mata dan telinga aparat penegak hukum dalam memberikan informasi dan perkembangan situasi keamanan dan dapat dimobilasasi sebagai komponen pendukung dalam usaha pertahanan keamanan negara.

Hadir pada kesempatan tersebut Komandan Guskamla Koarmatim Laksamana Pertama TNI Robert W. Tapangan dan para pejabat Utama Mako Koarmatim, seluruh santri yang berjumlah 777 orang serta para pendamping. (Ep)

Related Articles

Stay Connected

22,764FansSuka
3,598PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles