PD Pasar Surya Optimis Bisa Raih Laba Rp 3,8 M

SURABAYA – Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) menegaskan bahwa perusahaannya sedang dalam performa baik dan jauh dari kerugian. Pelaksana Tugas Dirut PDPS Bambang Parikesit menuturkan bahwa deviden yang diserahkan ke pemkot Surabaya tahun 2015 sebagai laba bersih tahun 2014 selalu sesuai target dan bahkan sering melebihi target.

Sebagaimana yang tercantum dalam Perda Kota Surabaya Nomor 6 Tahun 2008, besar deviden yang disetorkan ke pemkot adalah 55 persen dari keseluruhan laba yang diperoleh setelah dipotong dana cadangan umum.

“Tahun 2015 itu sebelum menyetorkan deviden kita sudah punya perhitunga laba total dikuragi dana cadangan umum, nilainya adalah Rp 3,8 miliar. Nah, dari jumlah itu yang wajib kita setorkan adalah 55 persen dari jumlah Rp 3,8 miliar yaitu 2,13 miliar, itu yang dikatakan target. Tapi nyatanya kita setornya lebih dari itu,” kata Bambang, kemarin. (5/11/15).

Dimana total dana deviden yang diserahkan sebesar Rp 2,195 miliar. Bambang menolak jika PDPS dikatakan merugi dan tidak memenuhi target sebagaimana dikatakan oleh salah satu anggota dewan dari Komisi B DPRD Surabaya. Bambang memastikan, ada kesalahan pembacaaan data saat ada pelaporan keuangan di DPRD.

Akan tetapi, pria berkacamata ini tidak ingin menyalahkan pihak manapun. Sebab menurutnya yang paling utama adalah tidak adanya kesalahan persepsi tentang PDPS oleh masyarakat.

Lebih lanjut, Bambang juga menjelaskan pelaporan keuangan mulai tahun 2014. Target deviden yang harus diserahkan adalah sebesar Rp 1,917 miliar. Sedangkan yang disetorkan oleh PDPS adalah Rp 2,04 miliar. Begitu tahun sebelumnya di tahun 2013 target devidennya adalah Rp 1,17 miliar. Akan tetapi PDPS juga menyetorkan deviden lebih besar yaitu Rp 1,756 miliar.

“Begitu juga untuk yang kita serahkan untuk tahun 2016 sebagai laba untuk 2015. Nilainya sudah disetujui oleh walikota sebelumnya. Kembali lagi, jumlahnya lebih dari yang ditargetkan. Targetnya Rp 2,131, tapi kita setorkan Rp 2,195 miliar,” tegas Bambang.

Di sisi lain, DPRD dan juga pemkot sempat mengkritisi dan menilai bahwa PDPS kurang inovatif dala mengelola 67 pasar yang aktif di Surabaya. Dengan lugas, PDPS justru menyatakan bahwa pengelolaan pasar di Surabaya saat ini sudah lebih baik. Bahkan sejumlah pasar sudah diterapkan teknologi aplikatif yang bisa menunjang pengelolaan pasar.

Hal tersebut dijelaskan oleh Drektur Teknik PDPS Zandy Feryansah. Ferry, begitu ia biasa disapa, meminta agar masyarakat melihat realitanya saja. Terutama untuk perkembangan kondisi pasar.

“Salah satu yang bisa dilihat, volume sampah kita di pasar semakin berkurang. Sekarang di pasar pasar kita punya mesin pencacah yang bisa membuat pasar semakin bersih dan juga ada bank sampah,” kata Ferry.

Lebih jauh, beberapa inovasi juga diterapkan pada tujuh pasar di Surabaya, seperti di pasar kembang dan sejumlah pasar yang ada di kawaasan Surabaya utara. Di pasar pasar sana sudah terdapat sumur dan tendon.

“Sumur dan tandon itu dipakai untuk antisipasi kebakaran. Kami letakkan itu di pasar yang memang ada di kawasan pinggiran. Takutnya kalau terjadi kebakaran dan mobil pemadam jauh sampai di titik kebakaran warga bisa pakai tendon ini,” katanya. Sehingga menurutnya apa yang dilakukan PDPS untuk mengembangkan pasar sudah cukp optimal.

Sebagaimana diberitakan sebelumya, anggota komisi B DPRD Surabaya, Zakaria menyatakan bahwa dari RPH, PDAM, PDTS KBS, dan juga PDPS, PDPS adalah BUMD yang mengalami kemerosotan performa dari tinjuan setoran deviden ke pemkot.

“Setorannya paling tidak mencapai target. Target di tahun 2015 itu seharusnya disetor Rp 3,8 miliar, tapi yang dibayarkan hanya Rp 2,1 miliar,” kata politisi PKS itu. (KS1/RED)

Leave a Reply