Pedagang Pasar Turi Baru Ungkap Tuduhan Kepada Henry J. Gunawan Tidak Benar

SURABAYA – Tuduhan yang diutarakan beberapa pedagang Pasar Turi yang tinggal di Tempat Penampungan Sementara (TPS) kepada Henry J. Gunawan mendapat bantahan dari Pedagang yang menempati Pasar Turi Baru. Tuduhan yang disampaikan menurut pedagang Pasar Turi baru tidak benar.

Fakta ini diungkap oleh pedagang yang saat saat ini memiliki stan di gedung Pasar Turi Baru. Mereka berharap Pemkot Surabaya juga memperhatikan 4000 lebih pedagang yang sudah menyelesaikan pembayaran stan.

Kondisi Pasar Turi Baru yang masih terhalang tempat penampungan sementara

“Mereka yang melaporkan ke Polda Jatim tidak semuanya pedagang. Sebanyak 23 pedagang itu tidak jelas maunya,” kata Ko Ping pedagang yang saat ini berjualan di Pasar Turi Baru, kepada wartawan.

Mantan Wakil Ketua Tim Pemulihan Paska Kebakaran (TPPK) ini mengungkapkan, tidak semua pedagang yang melapor itu dulunya pedagang murni. Ada yang sekedar karyawan, ada yang jaga ponten tapi belakangan mengaku sebagai pedagang, dan banyak yang tidak memiliki stan.

“Justru kita yang sudah menyelesaikan administrasi pembayaran stan dan ingin berjualan yang harus diperhatikan. Mereka yang melapor bukan mewakili pedagang hanya 23 saja, padahal lainya yang ingin berjualan sebanyak 4000 lebih,” jelas Ko Ping

Sementara itu, terkait laporan pungutan sebesar Rp 10 juta kepada pedagang terkait kesepakatan dengan Investor, Ko Ping mengatakan ternyata bukan dilakukan oleh Henry J. Gunawan selaku terlapor saat ini. Namun pada saat itu yang berkomunikasi dari manajemen lama.

“Pembayaran itu terkait perubahan status stan menjadi strata title selama 25 tahun. Tapi bukan Pak Henry J. Gunawan,” jelasnya.

Untuk itu Ko Ping meminta kepada Pemkot Surabaya harus adil menyikapi permasalahan Pasar Turi. Karena Pemkot Surabaya dan Pengembang punya hak yang sama untuk kembali meramaikan Pasar Turi.

“Pemkot seharusnya memilah mana kepentingan pedagang yang sesungguhnya mana yang suka ribut. Ini kan sudah dibangun, dan yang sudah punya stan harus didukung untuk bisa berjualan dan ramai,” pungkasnya.

Sementara itu, Mas’ud pedagang yang sudah lama berjualan makanan di Pasar Turi juga mengatakan hal yang sama. Pihaknya berharap Pemkot Surabaya memperhatikan pedagang yang sudah melunasi pembayaran dan ingin berjualan. Sehingga, menurutnya keberadaan Tempat Penampungan Sementara (TPS) harus dibongkar dan pedagang masuk semua ke Pasar Turi Baru.

“Keberadaan TPS itu untuk sementara waktu sebelum dibangun. Kalau sekarang sudah dibangun seharusnya dihapus karena menggangu. Kita yang sudah punya stan dan membayar lunas ingin Pasar Turi segera ramai,” kata pedagang yang saat ini berjualan Soto di Pasar Turi Baru ini. (ks/red)

Tags: 

Leave a Reply