8.2 C
New York
Minggu, Desember 4, 2022

Buy now

Pemkot Surabaya Hemat Pemeliharaan RTH Rp 2 Miliar Dengan Limbah Pasar

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Dengan memanfaatkan limbah pasar, Pemerintah Kota Surabaya mengklaim telah mampu menghemat biaya pemeliharaan taman atau ruang terbuka hijau (RTH) hingga Rp 2 miliar pertahun.

Hal ini dikemukakan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya, Chalid Buchari, yang mengatakan  pupuk yang digunakan untuk mendukung kesuburan tanah taman kota, jalur hijau, dan tanah yang ada di perkampungan milik warga, merupakan pupuk kompos yang diproduksi di rumah kompos milik Pemkot Surabaya.

“Setiap hari bahan pupuk kompos didapat dari limbah pasar yang dipilah di Superdepo Sutorejo, dimana sampah organiknya dijadikan pupuk di rumah kompos, Dan sampah unorganiknya beberapa diolah di bank sampah,” terangnya dalam siaran pers yang diterima Rabu (7/10/2015).

Chalid juga menjelaskan, dengan melakukan pemilahan limbah pembuangan di Superdepo Sutorejo dan pengolahan sampah organik di rumah kompos, maka bank sampah bisa mendapat keuntungan antara Rp 150-200 juta/bulan.

“Bahkan pasar bisa menghemat biaya operasional terkait limbah ini hingga 50%, karena limbah tidak masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Keputih,” kata Chalid.

Dia menambahkan, pengolahan limbah organik yang dilakukan DKP setiap hari mampu menghasilkan 1.000 liter pupuk kompos cair dan 15 m3 pupuk kompos padat.

“Dengan begini kami juga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli pupuk,” katanya.

Seperti diketahui, rumah kompos yang berada di Bratang, setiap hari disuplai bahan pupuk sebanyak 10 armada truk. Bahan pupuk kompos tersebut diperoleh dari tujuh pasar besar yang bekerjasama dengan DKP Surabaya dan sari pasar induk Osowilangun. (Ep)

Related Articles

Stay Connected

22,764FansSuka
3,595PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles