3.6 C
New York
Jumat, Desember 9, 2022

Buy now

Pemkot Surabaya Maksimalkan Program Kemiskinan Lewat Simprolamas

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Pemkot Surabaya dalam mengevaluasi sejumlah program yang tersebar di 13 SKPD dalam peningkatan kesejahteraan keluarga miskin, tidak hanya melalui Bapemas, tetapi juga melalui pembentukan Sistem Informasi Program Layanan Masarakat (Simprolamas).

Pemkot Surabaya Pantau Kemiskinan dengan Simprolamas

Asisten IV Sekkota Surabaya Bidang Kesejahteraan Rakyat Eko Haryanto mengatakan, saat ini Simprolamas memang sudah dijalankan, dan akan terus disempurnakan hingga akhir tahun.

“Tahap penggunaan masih uji coba hingga akhir tahun. Targetnya, per Januari 2016, Simprolamas sudah efektif berjalan sepenuhnya,” kata Eko usai membuka Forum Diskusi Peduli Anak dan Remaja Rentan di Gedung Siola, Kamis (12/11/15)

Sebagaimana diketahui, selama ini Pemkot Surabaya memberikan intervensi terhadap masyarakat kurang mampu/miskin dan terlantar, baik melalui layanan kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan dan pangan. Termasuk juga intervensi pemberdayaan ekonomi dalam bentuk pelatihan keterampilan dan bursa kerja.

“Misalnya dalam satu keluarga ada ayah yang bekerja, ibu yang berada di rumah dan anak bersekolah. Nah, sang ibu ini diberikan pelatihan keterampilan supaya dapat membantu pendapatan keluarga,” ujar Eko.

Lebih lanjut, mantan Kepala Dinas Sosial Surabaya ini menambahkan, untuk golongan terlantar Pemkot juga punya program tersendiri, yaitu perlindungan sosial berupa pemberian makanan tambahan bagi para lansia, anak yatim dan anak penyandang difabel yang miskin dan terlantar.

Dengan banyaknya program yang tersebar di sejumlah SKPD, maka diperlukan suatu sistem yang mampu menghimpun data penerima program secara keseluruhan.

Oleh karenanya, SKPD-SKPD pelaksana program wajib melaporkan pelaksanaan program dalam Simprolamas dengan cara mengupload laporan secara online.

“Nantinya di sistem itu akan terlihat secara detail data penerima program intervensi dari Pemkot by name,” terangnya.

Sementara, Kabag. Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Surabaya Imam Siswandi menuturkan, sebagai pihak yang ditunjuk untuk mengelola Simprolamas, sedikitnya 13 SKPD diberikan akses ke Simprolamas untuk mengupload data.

SKPD-SKPD tersebut antara lain, Bapemas KB, Disnaker, Disperdagin, Dinkop UMKM, Dinkes, Dinsos, dan Dispendik. Selain itu ada pula Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang, Dinas PU Bina Marga dan Pematusan, Dispora, Distan serta kantor ketahanan pangan.

Menurut Imam, Simprolamas nantinya akan sinergi dengan e-Gakin yang ada di Bapemas KB. Meski sekilas hampir sama, namun kata Imam, terdapat perbedaan antara e-Gakin dan Simprolamas. e-Gakin lebih kepada updating data warga miskin, sedang Simprolamas tidak mempunyai kewenangan meng-upgrade atau men-downgrade status gakin.

“Namun, hasil analisa Simprolamas dapat dijadikan acuan sasaran penerima gakin selanjutnya,” terangnya.

Imam mengatakan, data gakin sangat dinamis. Ada yang dulunya miskin namun kini sudah tidak miskin karena ekonominya membaik. Begitu pula sebaliknya. Untuk itu, selain menghimpun data dari SKPD, Simprolamas juga membandingkan data tersebut dengan hasil observasi di lapangan.

Guna menunjang keberhasilan Simprolamas, Bag. Kesra mempekerjakan 42 surveyor yang didukung dengan tenaga IT. Di samping itu, Pemkot juga bekerja sama dengan para akademisi dari perguruan tinggi untuk analisa data gakin.

Simprolamas tidak hanya “memelototi” para penerima program intervensi, tetapi juga program itu sendiri. Artinya, jika hasil analisa menunjukkan bahwa suatu program sudah tidak relevan atau tidak maksimal, maka hal itu akan dijadikan masukan bagi SKPD untuk menggagas program baru.

“Pada prinsipnya Simprolamas bertujuan agar program-program yang ditujukan bagi gakin lebih akurat dan tepat sasaran,” pungkas pria yang pernah menjabat Kabag. Pemerintahan ini. (ks1/Red)

Related Articles

Stay Connected

22,764FansSuka
3,601PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles