Pemkot Surabaya Siap Bebaskan Lahan Konservasi

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Pemerintah Kota Surabaya untuk tahun anggaran 2016 bakal menprogramkan pembebasah lahan di kawasan konservasi. Masalahnya warga saat ini mengeluhkan meski lahan sudah ditetapkan sebagai lahan konservasi dan tidak boleh dibangun bangunan.

Pemkot Surabaya Siap Bebaskan Lahan Konservasi

Pemkot hingga kini masih belum melakukan sosialiasi kapan lahan seluas 2500 hektar itu akan dilakukan ganti rugi.

Kepala Dinas Pengelola Bangunan dan Tanah Maria Eka Theresia Rahayu menyatakan, dari total lahan konservasi yang ada di sana, memang 80 persennya adalah memang milik warga. Sedangkan milik pemkot hanya 20 persennya.

Sampai saat ini pemkot masih mengupayakan agar pembebasan bisa segera dilakukan. Akan tetapi ia menegaskan pembebasannya besarkemungkinan tidak bisa dilakukan dalam sekali tahun anggaran.

“Ya memang belul,  kita sedang rencanakan untuk lakukan pembebasan tahun depan. Tapi tidak bisa semua harus bertahap,” kata wanita yang akrab disapa Yayuk ini, Jumat (13/11/2015).

Sebab hal itu menurutnya, bergantung juga dengan kemampuan anggaran pemkot dan faktor prioritas.  Dan Pemkot kini sedang menghitung estimasi waktu yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan secara keseluruhan dengan kemampuan anggaran. Sehingga dengan begitu warga bisa tahu kapan lahannya akan dibebaskan.

Di sisi lain Kepala Dinas Pertanian Djoestamadji mengakui, pihaknya juga kini tengah mengontrol ketat wilayah konservasinya, meski memang sudah jarang ada warga yang membangun bangunan permanen di areal tersebut.

“Akan tetapi untuk tambak,  di sana masih banyak terlihat. Selain itu dalam kurun dua bulan ini, kami sedang gencar melakukan perlindungan untuk pembibitan mangrove di lahan konservasi,” terangnya.

Ia juga menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang membuatkan pagar bambu di lahan konservasi di Gunung Anyar, Sukolilo, Mulyoreko dan Wonorejo. Targetnya, bambu ini akan dipasang di tujuh keluarahan.

“Kita pasang bambu agar kawasan konservasi mangrove kita nggak terkikis, sebab di sana sekarang sedang gencar pembibitan,” kata Djoestamadji.

Sejatinya, pemasangan bambu ini sudah lama dilakukan sejak awal tahun. Akan tetapi belangan banyak yang roboh terkena ombak laut. Sehingga Distan merasa perlu untuk menyulam pagar bambu yang roboh agar kerusakan pada pembibiatan mangrove biisa dihindari.

Pantai timur Surabaya sendiri sampai saat ini terbentang sepanjang 17 kilometer dari Gunung Anyar sampai Mulyorejo. Akan tetapi yang kini sudah dilakukan pemagaran bambu baru 7,5 kilometer saja. Oleh sebab itu pemasangan bambu kini sedang dikebut sebelum  musim hujan tiba. (ks1/Red)

Leave a Reply