Pengembang Anggota DPD REI Jatim Bangun Underpass 66 Milyar.

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – DPD Real Estate Indonesia (REI) Jatim dan pemkot Surabaya melakukan Penandatanganan Kesepakatan Bersama Proyek pembangunan terowongan atau underpass di area bundaran Satelit. Penandatanganan yang dilakukan Walikota Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Ketua DPD REI Jatim Paulus Totok Lucida ini dilakukan di kediaman walikota Minggu (7/6/2015).

Penandatanganan Kesepakatan Bersama Proyek pembangunan terowongan atau underpass di area bundaran Satelit antara Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Ketua DPD REI Jatim Paulus Totok Lucida.

Mega proyek yang terbentang dari Jalan Mayjend Sungkono hingga HR Muhammad, Surabaya dianggarkan oleh Pemkot Surabaya mencapai 56 Miliar rupiah pada tahun 2013 lalu, menurut Totok (panggilan akrab Totok Lucida) pendanaannya akan diambil alih oleh CSR dari pihak pengembang, sebab para pengembang khususnya yang berada di kawasan Surabaya Barat memiliki niatan untuk membantu pembangunan infrastruktur proyek itu.

“Kami pengembang di Surabaya akan membantu mewujudkan proyek tersebut melalui dana CSR kami,” kata Totok.

Totok menambahkan bahwa dari dana awal 56 milyar itu, setelah dilakukan pengkajian ulang karena adanya depresiasi rupiah terhadap dolar, membengkak menjadi 66 miliar.

Adapun para pengembang yang akan membantu pembangunan under pas tersebut diantaranya Citraland, Pakuwon Indah, Bukit Darmo, Graha Family, Darmo Harapan, Darmo Satellite Town, Bukit Mas, Darmo Hill dan beberapa pengembang lainnya.

“Kurang lebih ada sekitar 20 pengembang yang nantinya akan terlibat dalam pembiayaan pembangunan underpass ini,” tambah Totok.

Ditambahkan Totok, properti di Surabaya Barat sudah berkembang pesat, dan hampir semua pengembang membangun perumahan, apartemen maupun hotel. Dengan adanya underpass ini nantinya, maka masalah kemacetan jalan bias terurai.

“Jadi bias dipartikan kalau masalah kemacetan bias teratasi, maka nilai investasi properti di Surabaya Barat juga akan naik,” jelasnya.

Totok juga mengapresiasi kebijakan percepatan perijinan secara pararel melalui program Surabaya Single Windows yang dilakukan pemerintah kota Surabaya akan banyak membantu para pengembang dalam menjalankan bisnisnya.

“Dengan perijinan yang cepat, maka pengeluaran biaya kami akan menjadi lebih efisien. Ini pula yang menyebabkan para pengembang mau berpartisipasi dalam pembangunan underpass,” pungkas Totok. (Edmen Paulus)

Leave a Reply