Perluas TPA Benowo, Pemkot Bakal Bebaskan 5 Hektar Lahan Milik Warga

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Pemerintah Kota Surabaya berencana menambah luas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Benowo, Surabaya. Sekarang ini luas TPA Benowo mencapai 37.4 hektar dirasa masih belum cukup luas untuk menampung produksi sampah seluruh kota Surabaya.

Aktivitas pemulung di TPA Benowo. Pemkot berencana memperluas lahan TPA sekitar 5 hektar

Setidaknya lahan seluas 5 hektar milik warga di sekeliling TPA Benowo akan dibebeskan oleh pemkot Surabaya. Dimana lahan itu akan diperoleh Pemkot Surabaya dengan membebaskan lahan milik warga di sekotar TPA Benowo.

Kepala Dinas Pengelola Bangunan dan Tanah (DPBT) Kota Surabaya Maria Theresia Ekawati Rahayu menyatakan, perluasan ini dilakukan sebagai langkah preventif dari pemkot agar jika sewaktu wakt ada kejadian tak terduga di TPA Benowo, dampaknya tidak langsung mengenai lingkungan warga. Karenalahan perluasan itu akan dipakai sebagai lahan penyangga dan dibangunkan barier.

“Sekarang tahapnya sedang penyusunan DED oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan. Sekarang juga masih dilakukan pengukuran, nanti lahan yang akan kita pakai perluasan sekitar lima hektar,” kata wanita yang akrab disapa Yayuk ini, kemarin. (24/10/15).

Yayuk menyebut saat ini perubtukan lahan di sana adalah untuk tambak garam. Hingga saat ini pemkot sengaja belum melakukan sosialiasi lantaran menunggu hasil DED yang kini disusun.

Sedangkan mengenak berapa alokasi yang dianggarkan untuk pembebasan lahan ini, Yauk enggan menyebutkan. Namun yang pasti pembebasan lahan di TPA Benowo tersebut sudah dianggarkan dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD tahun 2015.

“Nilainya belum bisa sebutkan,” ucap Mantan Kabag Hukum Sekkota Pemkot Surabaya ini.

Lantaran luas lahan yang akan dibebeaskan lebih dari satu hektar, maka mekanismenya nanti harus mengajukan penlok ke gubernur. Biasanya, proses penlok ini memakan waktu yang cukup lama. Untuk itu, Yayuk berharap nanti proses penlok tidak akan memakan waktu lama sehingga akhir tahun pembebasan bisa terlaksana dan dana bisa terserap.

Di sisi lain, ia juga berharap pembebasan lahan milik warga di sana juga bisa berlangsung cepat. Sebab urgensitas dari perluasan lahan di sana juga menyangkut kemanan warga di sekitar TPA Benowo. “Jadi kalau lahan ini sudah kita bebaskan, akan kita buat barier. Sehingga jika ada apa-apa di TPA Benowo tidak akan langsung berimbas pada warga,” ucap Yayuk.

Sementara itu, di TPA Benowo sendiri saat ini sedang dilakukan penggarapan pilot project Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Yang sudah berjalan saat ini adalah penghasil listrik dari cover soil gunung sampah di TPA Benowo. Sedangkan untuk yang dari compressor dan gasifikasi kini masih on progress.

“Yang cover soil sudah berjalan, kalau yang gasifikasi masih menunggu satu alat yang belum datang,” tutur Kepala Bappeko Surabaya Agus Imam Sonhaji.

Sebagaimana yang direncanakan, listrik TPA Benowo yang ditargetkan akan berdaya 10.000 watt anntinya akan dijual ke PLN dan dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan listrik di Surabaya. (ks1)

Leave a Reply