PIN Polio Serentak Akan Dilaksanakan Pada 8 Maret 2016

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – kegiatan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio secara serentak akan dilaksanakan pada 8 Maret 2016 mendatang, di seluruh kota/kabupaten di Indonesia. Para orangtua diimbau untuk membawa anaknya yang berusia di bawah lima tahun (Balita) ke pos PIN terdekat, untuk mendapatkan imunisasi polio.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita, saat jumpa pers di kantor Humas Pemkot Surabaya, Jumat (4/3/2016)

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan, PIN tidak memandang status apakah Balita sebelumnya pernah mendapatkan imunisasi polio atau belum pernah sama sekali. Semua Balita harus mendapatkan imunisasi polio selama PIN yang dilaksanakan selama tujuh (7 hari), mulai 8 Maret hingga 15 Maret 2016.

“Semua Balita harus ikut (PIN Polio). Di Surabaya ada 220.904 anak. Harapan kami semua anak usia 0-59 bulan terimunisasi polio sehingga anak-anak Kota Surabaya bebas polio,” tegas Febria Rachmanita, saat jumpa pers di kantor Humas Pemkot Surabaya, Jumat (4/3/2016).

Di Surabaya, pencanangan PIN polio akan dipimpin langsung oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, bertempat di Kelurahan Sawah Pulo Kecamatan Semampir. Dan kegiatan ini melibatkan seluruh SKPD terkait di lingkungan Pemkot Surabaya, berbagai elemen masyarakat, organisasi masyarakat dan sekolah kesehatan.

“Akan ada 2922 lokasi PIN dengan rincian 2294 di Posyandu, 63 di Puskemas, 36 di Puskemas Pembantu (Pustu), 46 rumah sakit, 35 mall, 59 pasar, empat stasiun kereta api, 10 terminal, dua pelabuhan, serta 405 sekolah TK/PAUD,” jelas Febria.

Febria juga menegaskan, bila ada Balita yang tidak dibawa orang tuanya ke pos PIN pada tanggal 8 Maret nanti, maka pihaknya akan mendatangi rumah dari Balita tersebut pada 9-15 Maret untuk mengedukasi orang tuanya agar segera mengimunisasikan polio anaknya.

“Kegiatan sweeping ke rumah ini melibatkan petugas gabungan dari Dinkes, Puskemas, sekolah kesehatan, kader kesehatan, juga guru PAUD,” tambahnya.

Hal ini akan dilakukan, karena menurut Febria, pihaknya sudah punya nama-nama Balita yang yang harus mengikuti PIN polio ini. Jadi bila tidak datang, pihaknya akan mendatangi rumahnya.

Febria mengatakan, di Surabaya, dari 154 kelurahan, ada beberapa kelurahan yang belum mencapai target. Rata-rata masih mencapai 80 persen atau belum sesuai target sebesar 91, koma sekian persen. Diantaranya Kelurahan Babat Jerawat, Tembok Dukuh, Perak Utara, Pegirian, Sidotopo, Wonokusumo, Rangkah, Ploso, Kapas Madya baru, Kali Rungkut, Rungkut Kidul, Semolowaru, Sawahan, Petemon, Ngagel Rejo, Margo Rejo.

“Salah satu penyebab masih belum tercapainya target tersebut karena selama ini, masih ada orang tua yang memiliki pemahaman keliru tentang imunisasi. Utamanya imunisasi polio. Ada orang tua yang merasa khawatir karena setelah imunisasi, anaknya badannya panas. Padahal, tidak semua anak mengalami panas pasca diimunisasi,” terang dokter Feni, panggilan Febria.

Untuk menggugah kesadaran orang tua terhadap pentingnya PIN polio ini, Dinas Kesehatan Surabaya ikut menggandeng para tokoh agama, yang diharapkan ikut mengajak orang tua agar peduli pada PIN polio dengan mengimunisasikan Balita mereka.

“Apalagi, sudah ada fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) Nomor 4 Tahun 2016 tentang imunisasi. Bahwa dalam hal jika seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebabkan kematian, penyakit berat atau kecacatan permanen yang mengancam jiwa, berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan dipercaya, maka imunisasi hukumnya wajib,” pungkasnya. (EP)

Leave a Reply