2.3 C
New York
Kamis, Desember 1, 2022

Buy now

Pj Wali Kota Surati Kapolda Jatim, Terkait Perijinan Pembebasan Lahan

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Penjabat Walikota Surabaya Nurwiyatno mengirimi surat untuk Kapolda Jatim agar segera memberi ijin pembebasan lahan dan penggarapan jalan. Hal itu dilakukan terkait tarik ulur yang terjadi antara pemkot Surabaya dan Polda Jatim mengenai pembebasan lahan untuk frontage Road sisi barat tai kunjung usai.

Sebab selama ini alotnya pembebasan lahan membuat pekerjaan jalan sepanang 4,4 kilmeter itu terhambat. Lahan milik Polda Jatim yang akan dibebaskan untuk FR Barat memang cukup banyak. Yang tediri dari Mapolda Jatim, Sekolah Kemala Bhayangkari, Asrama Polisi Ketintang, Universitas Bhayangkara dan RS Bhayangkara.

Pembangunan frantage road sisi barat terus dikebut seperti dibelas lahan Galari Seafood. Namun lahan didepan Polda Jatim pembebasannya masih alot
“Belum ada kesepakatan dari Polda. Makanya kemarin saya baru saja meneken surat permohonan ijin ke Polda agar segera dijinkan untuk menggarap jalannya,” kata Nurwiyatno, kepada wartawan, Kamis (29/10/15).

Untuk pembebasan lahan milik polda ini, dilakukan melalui mekanisme hibah. Namun, bukan cuma-Cuma melainkan dengan pemberian dana. Nur menegaskan bahwa untuk pembayaran itu, pemkot sudah mengalokasikan sejumlah anggaran.

Setidaknya, dana sebesar Rp 71 miliar sudah dimasukkan ke perubahan anggaran keuangan (PAK) 2015 dan sudah disetujui gubernur. Oleh sebab itu, seharusnya, jika Polda sudah memberi ijin, maka menurut Nur, jalan sudah bisa mulai dikerjakan.

“Mudah-mudahan bisa cepat, sehingga jalan bisa rampung tahun ini,” teranf pria yang kini merangkap sebagai inspektur pemprov Jatim ini.

Jika memang Polda sudah deal, maka sebagaiman dikatakan Nur, progres penggarapan bisa semakin digenjot. Sebab saat ini selain lahan milik Polda tersebut, juga hanya tersisa Hotel Cemara yang masih dalam proses pembayaran melalui konsinyiasi di pengadilan.

“Yang jelas suratnya sudah saya tandatangani dan dikirimkan ke Polda, jadi kita tinggal tunggu hasilnya. Kalau bisa cepat ya Alhamdillah,” jlentrehnya.

Untuk lahan komplek milik Polda dan Hotel Cemara, merupakan sejumlah lahan yang harus dibebaskan tahun ini untuk pencapaian target penggarapan proyek. Akan tetapi, pembebasan lahan di sejumlah persil kini juga terngah dilakukan pemkot untuk bisa mencicil penggarapan jalan FR Barat tahap dua, yaitu mulai ujung jalan Royal Plaza hingga nantinya sampai terminal Joyoboyo.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Erna Purnawati menyebutkan, untuk pembangunan jalan tahap dua akan dilakukan sejumlah pemebebasan lahan. Yaitu di RS Ahmad Yani, komplek Sekolah Khadijah, lahan PT KAI untuk perlintasan kereta api, dan juga lahan di pasar Wonokromo lama.

“Dana untuk pembebasan lahan untuk Sekolah Khadijah dan RS Ahmad Yani kita juga anggarkan sebesar Rp 20 miliar,” kata Erna.

Saat ini diakui masih dalam proses pengukuran di lapangan untuk mengetahui luasan yang dibutuhkan untuk jalan tersebut. Baru nantinya akan dilakukan nego appraisal dengan pemilik lahan.

Erna menegaskan memang akhir tahun ini cukup banyak anggaran yang dikeluarkan pemkot untuk pembebasan lahan. Hal itu dilakukan sebab untuk memudahkan penggarapan jalan di tahun berikutnya. Sebab sebagaimana diketahui, dalam pengerjaaan jalan yang memakan waktu cukup lama adalam pembebasan lahan.

“Maka dari itu, kita bereskan tahun ini untuk pembebasan lahannya supaya tahun depan sudah tingga ngerjakan fisiknya,” pungkas pejabat berjilbab ini. (KS1/RED)

Related Articles

Stay Connected

22,764FansSuka
3,590PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles