Satlab PB Gelar Simulasi Bencana

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Satuan Pelaksanaan Penanggulangan Bencana (Satlak PB) Kota Surabaya menggelar  simulasi penanggulangan terhadap bencana yang sering terjadi saat musim penghujan di Kota Surabaya.

Satlab PB Gelar Simulasi Bencana

Simulasi yang diadakan Minggu (29/11/2015) di halaman Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur ini, selain bertujuan untuk mengevaluasi kesigapan para petugas gabungan Satlak PB, juga untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk terlibat akif dalam setiap penanggulangan bencana yang terjadi di lokasi pemukiman pada penduduk, dan merupakan wilayah rawan.

Sekitar 700 orang partisipan tergabung dalam simulasi penanggulangan bencana, yang terdiri dari semua jajaran teknis SKPD mulai dari Bakesbangpol dan Linmas, Dinas Kebakaran, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, PMI, Satpol PP, PLN, lima kelurahan tangguh bencana (Gundih, Jambangan, Sidodadi, Rungkut Menanggal, Lontar), mahasiswa UPN, hingga warga sekitar.

Kepala Bakesbangpol dan Linmas, Soemarno mengatakan dengan adanya simulasi seperti ini, sangat berguna untuk melakukan pemantauan terhadap kesiapan petugas Satlak PB. Selain itu, sesuai tema, dengan adanya simulasi seperti ini diharapkan mampu mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menanggulangi bencana.

“Dengan adanya acara seperti ini, masyarakat bisa tahu tindakan apa yang harus dilakukan terlebih dahulu. Tidak seperti dahulu, ketika terjadi bencana masyarakat hanya menonton dan justru membuat petugas kesusahan dalam melakukan penanganan. Kedepan, warga dan petugas bisa sama-sama melakukan aksi,” tegas Soemarno.

Soemarno menambahkan, Forum Kelurahan tangguh bencana, turut serta memberikan edukasi kepada masyarakat yang wilayahnya termasuk padat penduduk dan sering terjadi bencana. Nantinya para pemuda karang taruna dapat dijadikan garda terdepan dalam penanggulangan bencana, sementara ibu-ibu yang tergabung di PKK Kelurahan dapat membantu menyiapkan posko bagi warga yang terkena bencana, semisal membuat dapur umum jika diperlukan.

Menurutnya Kota Surabaya sudah sering dipuji oleh kota/kabupaten lainnya dalam melaksanakan penanggulangan bencana, karena partisipasi dari masyarakat yang dirasa susah untuk dicontoh oleh kota/kabupaten lainnya.

“Untuk mengajak masyarakat ini cukup mudah, yaitu samakan pikiran bahwa membantu sama dengan ibadah. Jika sudah seperti itu, peran Pemerintah Kota hanya mendorong serta menfasilitasi berupa edukasi,” tegas Soemarno

Selain itu, Soemarno juga mencontohkan hal terkecil penanggulangan bencana yang dilakukan setiap harinya. Di setiap mobil petugas Bakesbangpol dan Linmas, Satpol PP dan Dinas Perhubungan disiapkan karung goni dan pasir. Hal ini berguna jika ada titik api kecil, dapat dipadamkan dengan pasir dan karung goni yang dibasahi. Atau, jika ada oli yang tercecer di jalan, pasir tersebut bisa digunakan untuk menutup oli, sehingga tidak licin saat dilintasi kendaraan.

“Setelah oli dirasa meresap, nanti tugas dari tim DKP yang melakukan pembersihan,” imbuh Soemarno.  (Ks1/Red)

Leave a Reply