-2.1 C
New York
Sabtu, Januari 9, 2021

Buy now

Surabaya Terapkan Tarif Retribusi Parkir Baru




SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai menerapkan tarif baru retribusi parkir di tepi jalan umum mulai 18 Agustus 2015. Masyarakat pengguna sepeda motor yang selama ini dikenai tarif retribusi parkir di tepi jalan umum senilai Rp 500 naik menjadi Rp 1.000.

Untuk tarif pengguna mobil/sedan/pick up naik dari Rp 1.500 menjadi Rp 3.000. Dan untuk truk mini naik dari Rp 3.000 menjadi Rp 5.000, bus/truk/alat berat naik dari Rp 4.000 menjadi Rp 6.000.

Sementara untuk tarif satu kali parkir di tempat parkir insidentil, diantaranya tarif motor naik dari Rp 1.500 menjadi Rp 2.000, dan mobil/sedan/pick up naik dari Rp 2.500 menjadi Rp 4.000, serta truk mini naik dari Rp 4.000 menjadi Rp 6.000, lalu bus/truk/alat berat naik dari Rp 5.000 menjadi Rp 7.000.

Perubahan tarif retribusi parkir tersebut mengacu pada Peraturan Wali Kota (Perwali) No 36/2015 tentang Perubahan Tarif Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum (TJU) dan Perwali No 37/2015 tentang Perubahan Tarif Retribusi Tempat Khusus Parkir (TKP).

Pelaksana Tugas (plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajat, mengatakan, ada beberapa hal yang mendasari sehingga perubahan tarif parkir dilakukan. Diantaranya kemampuan masyarakat, biaya operasional dan indeks perekonomian semakin tinggi, juga efektivitas pengendalian.

“Kami telah melakukan kajian dengan menggandeng LPPAPSI Universitas Airlangga tentang kemampuan membayar dan kemauan membayar pengelolaan parkir Tepi Jalan Umum (TJU),” terang Irvan di Surabaya, Selasa (18/8/2015).

Hasil dari penelitian tersebut menurut Irvan, kemampuan, kerelaan dan kemauan masyarakat untuk membayar jasa parkir meningkat. Indikatornya, kemampuan membayar atau ability to pay (ATP) untuk motor Rp 2.000 dan kemauan untuk membayar atau willing to pay (WTP) Rp 1.500. Untuk mobil, ATP Rp 2.700 dan WTP Rp 3.000.

Merujuk pada data tarif retribusi parkir tepi jalan kabupaten/kota yang ada di Dishub Surabaya, tarif Surabaya untuk motor Rp 500 dan mobil Rp 1.500 yang flat, masih lebih rendah dibandingkan dengan Kabupaten Sidoarjo atau Kabupaten Gresik di mana tarif retribusi parkir untuk motor Rp 1.000 dan untuk mobil Rp 2.000.

“Di Surabaya tarif parkir tersebut berlaku flat, padahal di Kota Bandung tarif motor Rp 500 dan mobil Rp 1.500 berlaku parkir progresif selama dua jam,” jelasnya.

Irvan juga menerangkan bahwa pihaknya menyadari, pelaksanaan perubahaan tarif retribusi parkir bukannya tanpa masalah. Diantaranya, kemungkinan adanya juru parkir yang tidak melaksanakan peraturan seperti tidak memberikan karcis, memungut, retribusi parkir tidak sesuai dengan ketentuan, atau juga tidak menggunakan identitas juru parkir resmi (rompi dan kartu identitas juru parkir).

“Bisa juga akan ada potensi penolakan sebagian juru parkir dan konsumen pemilik kendaraan,” terangnya.

Untuk mengatasi hal ini kata Irvan, Dishub membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang mendapati adanya masalah/pelanggaran terkait pelaksanaan perubahan tarif retribusi parkir ini, melalui hot line UPTD Parkir di nomor telepon (031 8295322) yang tercantum pada karcis parkir .

“Atau bisa juga layanan berbasis web (e-parkir) melalui www.dishub.surabaya.go.id,” pungkasnya. (kom/Edmen Paulus)




Related Articles

Stay Connected

21,322FansSuka
2,508PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles