-2.1 C
New York
Sabtu, Januari 9, 2021

Buy now

Teluk Lamong semakin diminati oleh kapal-kapal asing




SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Terminal Teluk Lamong dengan alat serba canggih yang menjanjikan kecepatan dan ketepatan pelayanannya, membuat semakin diminati oleh kapal-kapal asing dan menjadi magnet kuat bagi pelayaran internasional untuk sandar dan melakukan proses bongkar-muat.

Sejak pelayanan kapal internasional di Terminal Teluk Lamong yang resmi dibuka sejak 22 Mei 2015 lalu, bersamaan dengan diresmikannya revitalisasi Alur Pelayaran Barat Surabaya dan Terminal Teluk Lamong oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, terus menarik pelayaran asing.

Suasana acara pembukaan rute baru China Shipping Container Lines Co, Ltd, di Teluk Lamong, Kamis (30/72015)
Direktur Utama Terminal Teluk Lamong, Prasetyadi, mengatakan seiring dengan meningkatnya perekonomian dunia dan Indonesia, salah satu pelayaran besar dunia yaitu China Shipping Container Lines Co, Ltd, membuka rute baru dengan tujuan Lianyungang – Dalian.

Rute tersebut melewati Surabaya dengan kapal CSCL Panama berbendera Hongkong dan sandar perdana di Terminal Teluk Lamong pada Kamis (30/7/2015).

CSCL Panama berkapasitas maksimal 2546 TEUs dengan panjang 208,50 m ini, akan dilayani di Terminal Teluk Lamong secara berkala setiap minggunya. Pada pelayanan perdana di Terminal Teluk Lamong, kapal yang memerlukan kedalaman 11,4m tersebut melakukan proses bongkar muat dengan total muatan 449 box.

“Dibukanya rute baru China Shipping ini karena Indonesia merupakan salah satu negara terbesar penerima ekspor dari Cina,” terangnya.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik 2015, tercatat pada semester I tahun 2015 ekspor Cina ke Indonesia mencapai US$14,71 miliar. Dengan angka tersebut dapat dipastikan pengiriman barang dari negara ginseng tersebut akan semakin banyak menuju Indonesia.

“Pelabuhan memegang peranan penting dalam proses pengiriman barang dan sangat mempengaruhi harga logistik. Dan sebagai terminal multipurpose, Terminal Teluk Lamong memiliki potensi tinggi untuk melayani kapal-kapal berkapasitas besar,” jelas Prasetyadi.

Kedalaman (draught) dermaga internasional yang mencapai -14 m dan didukung dengan peralatan baru serba otomatis membuat Terminal Teluk Lamong layak dipercaya sebagai penekan biaya logistik di Indonesia.

“Apabila kapal berukuran besar dengan muatan banyak dapat dilayani, maka harga logistik dapat ditekan terlebih dengan pelayanan lebih cepat dan tepat yang dilakukan Terminal Teluk Lamong”, lanjut Prasetyadi.

Prasetyadi menambahkan bahwa dengan masuknya rute baru China Shipping ke Terminal Teluk Lamong, dapat memberikan pilihan kepada para eksportir dan importir yang akan melakukan pengiriman barang rute Cina–Surabaya, dan sebaliknya.

Dengan masuknya CSCL Panama diharapkan peran Terminal Teluk Lamong semakin diperhitungkan pada bisnis kepelabuhanan sebagai penekan biaya logistik di Indonesia dan mempererat hubungan bilateral Cina–Indonesia, sehingga dapat bekerjasama dalam membangun perekonomian dunia. (Edmen Paulus)




Related Articles

Stay Connected

21,322FansSuka
2,508PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles