Tingggal Dua Bulan, Serapan APBD Surabaya Masih 59 Persen

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Pemkot Surabaya akhirnya menerima persetuan dari Gubernur Jawa Timur terkait APBD-P (2015), kemarin. Surat tersebut menyataakan persetujuan atas penambahan anggaran belanja kota Surabaya sebanyak Rp 525 miliar.

Proyek jalan frontage road sisi barat yang belum tuntas pengerjaannya. Proyek ini sempat menjadi perhatian dewan karena serapan angggarannya rendah

Dengan begitu, sekarang yang perlu menjadi perhatian pemkot Surabaya adalah bagaimana bisa mengoptimalkan serapan dalam waktu dua bulan jelang tutup buku akhir tahun. Terlebih, sampai minggu ini, serapan anggaran pemkot baru mencapai 59 persen saja.

Hal tersebut dibenarkan oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Surabaya Nurwiyatno. Mantan Kepala Inspektorat Pemprov Jatim ini mengamini bahwa sampai minggu terakhir bulan Oktober ini, anggaran belanja pemkot sebesar Rp 7,26 trilliun baru terserap belum sampai 60 persen.

“Kemarin baru kita rekap memang masih 59 persen. Itu anggaran pelanjanya, tapi kalau pembangunan dan penerjaan fisiknya sudah 75 sampai 85 persen,” tegas Nur saat ditemui usai mengambil sumpah PNS di Gedung Sawunggaling, kemarin. (27/10/15).

Masih rendahnya nilai serapan ini ditegaskan Nur bukan karena pemkot tidak melakukan belanja pembangunan. Melainkan karena anggaran belanja terbesar ada di anggaran untuk pembangunan fisik. Sedangkan saat ini, yang terjadi di lapangan, banyak rekanan proyek yang mengakhirkan pengambilan dana proyek ke pemkot.
Sehingga dana masih ngendon di masing-masing SKPD terkait.

“Yang paling rendah sekarang ya masih Dinas PU Bina Marga dan Pematusan. Sebab proyeknya yang banyak di sana,” kata Nur.

Selain karena rekanan proyek yang lambat mengambil dana, alasannya juga ada beberapa proyek pemkot yang terkendala masalah pembebasan lahan. Seperti salah satunya yang terjadi di pembbebasan lahan di proyek jalan di Wiyung. Selaiin itu, Nur juga menyebut, kendala lain adalah adda beberapa proyek yang terkendala persetujuan warga.

Untuk itu, demi upaya meningkatan angka serapan anggaran, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan evaluasi pada SKPD yang serapannya belum optimal.

“Tujuannya tentu agar sama-sama evaluasi apa kendala di lapangan dan bagaimana solusinya,” lanjutnya.

Sampai akhir tahun mendatang, pihaknya menarget serapan anggaran belanja pemkot akan mencapai minimal 85 persen. Maka dari itu segala lini yang membutuhkan dorongan pengotimalan serapan akan dilakukan oleh pemkot Surabaya.

Soal APBD-P 2015, pejabat penggemar batu akik ini menjelaskan bahwa pemkot sudah memeriksa hasil evaluasi dari gubernur. Untuk angkanya, tidak mengalami perubahan. Yaitu tetap sesuai dengan pengajuan pemkot yakni menambah anggaran belanja sebesar Rp 525 miliar di APBD-P 2015.

“Kalau kita sudah selesai pemeriksanaanya, siang ini (kemarin) giliran kita serahkan ke DPRD untuk diperiksa oleh badan anggaran di legislatif,” urai Nur.

Terkait proyek pemkot yang menemui kendala penolakan dari warga, hal itu juga dialami oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR). Salah satunya yang terjadi pada proyek pembangunan kantor pemadam kebakaran di Surabaya Barat.

Menurut Kepala DCKTR Eri Cahyadi, pemkot tidak bisa semena-mena dalam melakukan pembebasan lahan. “Kita masih melakukan pendekatan dengan warga di lokasi. Kita upayakan tahun ini bisa terbangun,” kata Eri. (KS1/RED)

Leave a Reply