TPID Masih Yakin Inflasi Jawa Timur Aman

SURABAYA–Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Timur memperdiksi tingkat inflasi di Jatim sampai akhir tahun ini masih akanmencapai angka yang cukup baik. Setelah keberhasilan Jatim dalam menahan laju inflasi selama bulan Juni-Juli yang mencapai angka 0,98%, atau yang terndah disbanding daerah lain di Jawa.

Konverensi Pers yang dilakukan TPID seusai Rapat Pleno High Level Meeting TPID Jatim di Surabaya, Selasa (11/8/2015)

Begitu juga dengan adanya bencana gunung Raung, fenomena El Nino maupun kemarau panjang, tidak akan banyak berpengaruh.
Dikatakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Jatim, Hadi Prasetyo, Pemprov Jatim sudah melakukan langkah-langkah antisipasi mengenai adanya potensi penurunan produksi pertanian akibat kekeringan di beberapa tempat di Jawa Timur.

Antara lain merehabilitasi jaringan irigasi tersier, penyaluran pompa air, pemberian traktor, dan penyaluran bantuan spryer (penyemprot air) di sekitar area lokasi ter dampak erupsi Gunung Raung.

“Beberapa hal yang sudah disiapkan adalah dengan mengalokasikan 800 unit pompa air, 2.722 unit hand tractor, dan 470 unit rice planter,” terangnya seusai Rapat Pleno High Level Meeting TPID Jatim di Hotel JW Mariot, Selasa (11/8/2015).

Kemungkinan penurunan produksi ini juga di akui Kepala Dinas Pertanian Jawa Timur Wibowo Eko Putro, yang mengatakan bahwa kekeringan yang terjadi saat ini, juga dipengaruhi oleh iklim El Nino sehingga perlu diwaspadai.

“Potensi penurunan produksi ini, akan bisa tertutupi dengan adanya penanaman pada lahan seluas 16.000 ha pada Agustus-September ini, yang hasilnya dapat dipanen pada Desember 2015,” terang Wibowo.

Lebih jauh Wibowo juga menerangkan bahwa yang paling penting harus diwaspadai dari kekeringan dan El Nino serta dampak gunung Raung adalah munculnya Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Sub Divre Jatim, Witono menyatakan stok pangan di Jatim sampai 2016 terbilang aman meski terjadi iklim El Nino. Bulog juga menyiapkan stok beras untuk tiga kabupaten yang terdampak abu Gunung Raung, yakni Situbondo, Jember dan Banyuwangi.

“Stok pangan beras sudah kami siapkan sampai 8 bulan ke depan. Kami juga berupaya memonitoring harga di tingkat petani, baik gabah kering panen sampai jagung dan kedelai, serta bawang merah,” katanya. (Edmen Paulus)

Leave a Reply