14.1 C
New York
Sabtu, November 21, 2020

Buy now

TPID Provinsi Jawa Timur Antisipasi Kebutuhan Natal dan Tahun Baru melalui Sinergi




SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Mewaspadai peningkatan harga komoditas pangan seiring dengan peningkatan ekspektasi dan permintaan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru, TPID Provinsi Jawa Timur melakukan persiapan menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) melalui High Level Meeting (HLM) dan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) TPID Provinsi Jawa Timur.

Beberapa komoditas yang perlu diperhatikan terutama adalah komoditas volatile foods yaitu telur ayam ras dan daging ayam ras maupun kelompok administered price tariff angkutan udara dan kereta api.

Melalui HLM dan rakorwil ini, dilakukan upaya sinergi seluruh anggota TPID Prov Jatim beserta pemimpin 38 Kota/ Kabupaten untuk menyampaikan hal hal yang telah dilakukan dalam rangka menjaga keterjangakauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan memelihara ekspektasi inflasi maysarakat menjelang HBKN.

TPID Provinsi Jawa Timur Antisipasi Kebutuhan Natal dan Tahun Baru melalui Sinergi

”Kuncinya adalah komunikasi dan sinergi sehingga mampu melahirkan ide kreatif yang efektif dan inovatif dalam mengantisipasi gejolak harga,” terang Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawangsa dalam sambutannya.

Sementara Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov. Jawa Timur, Difi A. Johansyah menjelaskan, TPID Provinsi Jawa Timur berhasil mengawal inflasi Jawa Timur mencatatkan capaian inflasi IHK November 2019 sebesar 2,20% (yoy) atau 1,59% (ytd), lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,95% (yoy) atau 2,24% (ytd), serta lebih rendah dibanding nasional dan menjadi yang terendah di kawasan Jawa.

“Pentingnya menanamkan ekspektasi inflasi yang rendah ke depan, sehingga dapat dijadikan acuan oleh pengusaha dan masyarakat. Jatim sudah punya modal tersebut. Dan dengan inflasi yang rendah dan stabil, maka kerja pemerintah dapat lebih fokus “pindah gigi” pada peningkatan pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.

Potensi risiko inflasi ke depan, lanjut Difi, adalah pada HBKN Natal 2019 & Tahun Baru 2020 yang secara historis umumnya berada pada kelompok volatile food, yaitu daging ayam ras, telur ayam ras, beras, serta komoditas bumbu-bumbuan (bawang merah, bawang putih dan cabe merah).

Selain itu, kenaikan cukai rokok oleh Pemerintah mulai Januari 2020 akan mendorong kenaikan inflasi administered price. Sehingga pada Desember 2019, inflasi diperkirakan berada pada batas bawah sasaran inflasi 3,5+1% (yoy), yakni di kisaran 2,5% – 2,9% (yoy).

“Jika realisasi inflasi akhir tahun mencapai angka tersebut, maka Jawa Timur akan mencatat prestasi dalam sejarah yaitu di bawah 3%,” terang Difi.

Berbagai upaya pengendalian inflasi melalui TPID Jawa Timur berbasis strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, Komunikasi Efektif) telah dilakukan selama tahun 2019. Namun terdapat beberapa pelajaran penting dalam dinamika inflasi selama tahun 2019, antara lain fakta bahwa inflasi volatile food masih menjadi tantangan di tahun ini.

Beberapa komoditas yang masih mengalami inflasi yang lebih tinggi dibandingkan 2018 adalah komoditas holtikultura seperti cabai rawit, cabai merah, bawang merah dan bawang putih. Namun di sisi lain, dampak seasonal terhadap inflasi volatile food semakin mengecil.

Hal ini mengindikasikan pola tanam, distribusi dan mekanisme pembentukan harga yang semakin baik. Sementara itu, inflasi administered priced yang masih tinggi mempengaruhi tingginya inflasi IHK di 8 kabupaten/ Kota di Jawa Timur. Oleh karena itu, penetapan kebijakan kenaikan tarif oleh Pemerintah baik Pusat dan Daerah perlu dipertimbangkan secara berhati-hati dengan besaran kenaikan yang terukur.

Rendahnya prakiraan inflasi Jawa Timur 2019, tidak bermakna buruk karena masih nampak adanya pengaruh positif terhadap daya beli riil masyarakat. Inflasi yang rendah juga terindikasi berpengaruh positif terhadap peningkatan kesejahteraan produsen, Petani dan Nelayan. Hal tersebut tercermin dari nilai NTP (Nilai Tukar Petani) dan NTN (Nilai Tukar Nelayan) yang mengindikasikan bahwa petani dan nelayan Jawa Timur secara umum masih mengalami surplus.

Meskipun inflasi di Jawa Timur terctata pada level yang rendah, namun masih terdapat disparitas harga antar daerah yang masih tinggi untuk beberapa komoditas strategis pangan nasional, yang memiliki perbedaan harga antar daerah yang masih relatif tinggi.

“Faktor utama yang berperan mendorong perbedaan harga tersebut antara lain transportasi, infrastruktur dan pergudangan,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Difi menambahkan, disparitas harga yang terjadi dapat diminimalkan diantaranya melalui penguatan supply chain management atau manajemen rantai pasok komoditas bahan pokok dan integrasi logistik.

“Melalui Pembangunan Pusat Distribusi Provinsi/Regional (PDP/R) yang terintegrasi dengan sistem informasi (IT) bisa menjadi tools yang efektif mengatasi kelangkaan pasokan, tingginya disparitas dan besarnya fluktuasi harga komoditas bahan pokok,” terang Difi.

Sementara Khofifah menegaskan perlunya memperkuat sinergi dan melahirkan ide-ide kreatif yang efektif dan inovatif dalam mengantisipasi gejolak harga, serta melakukan sinergi dengan daerah lain dan meningkatkan misi dagang untuk mendukung kerjasama antar daerah.

“Jawa Timur dapat menjadi pendukung logistic untuk provinsi lain serta penguatan kerjasama antar daerah melalui optimalisasi pemanfaatan kantor-kantor perwakilan dagang Jawa Timur di berbagai daerah,” pungkasnya. (men)




Related Articles

Lapangan Yonif Raider 500/Sikatan, jadi Ajang Adu Kemampuan Prajurit Kodim Surabaya Utara

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Profesionalisme dan kemampuan prajurit Kodim 0830/Surabaya Utara, kembali diuji.  Kali ini, keahlian menembak prajurit di bawah kendali Kolonel Inf Sriyono itu, dibuktikan...

Huawei Segera Hadirkan Jam Tangan Pintar

JAKARTA (kabarsurabaya.com) - Wearable tech atau teknologi wearable saat ini menjadi salah satu sektor dengan perkembangan tercepat dalam industri teknologi, era baru perangkat wearable menyediakan konektivitas tanpa batas dan sensor...

Hebat!! 33 Kelurahan di Surabaya Nol Kasus Covid-19

SURABAYA (KabarSurabaya.com) - Sebanyak 33 kelurahan di Kota Surabaya sudah menunjukkan nol kasus Covid-19. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya Febriadhitya...

Stay Connected

20,832FansSuka
2,441PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

Lapangan Yonif Raider 500/Sikatan, jadi Ajang Adu Kemampuan Prajurit Kodim Surabaya Utara

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Profesionalisme dan kemampuan prajurit Kodim 0830/Surabaya Utara, kembali diuji.  Kali ini, keahlian menembak prajurit di bawah kendali Kolonel Inf Sriyono itu, dibuktikan...

Huawei Segera Hadirkan Jam Tangan Pintar

JAKARTA (kabarsurabaya.com) - Wearable tech atau teknologi wearable saat ini menjadi salah satu sektor dengan perkembangan tercepat dalam industri teknologi, era baru perangkat wearable menyediakan konektivitas tanpa batas dan sensor...

Hebat!! 33 Kelurahan di Surabaya Nol Kasus Covid-19

SURABAYA (KabarSurabaya.com) - Sebanyak 33 kelurahan di Kota Surabaya sudah menunjukkan nol kasus Covid-19. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya Febriadhitya...

Daihatsu Perbarui Fitur Smart Assist IIIt pada Hijet dan Atrai di Jepang

JEPANG (kabarsurabaya.com) Daihatsu Motor Co., Ltd. di Jepang kembali melakukan pembaruan pada sebagian fitur kendaraannya, yakni pada kendaraan niaganya melalui Hijet Truck dan Hijet...

Ricuh, Demo Tolak Omnibus Law di Surabaya

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Aksi demo yang menolak penetapan Omnibus Law (Getol) di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis, (8/10/2020) berakhir ricuh. Massa merusak pagar berduri...