Underpass Mayjen Sungkono Baru Dimulai Tahun Depan

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Pemkot Surabaya kini tengah menagih janji DPD REI Jatim terkait realisasi pembangunan jalan underpass di bundaran Mayjend Sungkono. Pasalnya, sejak diakukan groundbreaking akhir September lalu, hingga saat ini masih belum ada progress dan beum dilakukan pembangunan fisik. Padahal, mulanya, REI sempat menyanggupi bahwa akhir tahun pembangunan sudah dimulai.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bappeko Surabaya Agus Imam Sonhaji, kemarin sore. Pihaknya menyebutkan, minggu lalu pemkot sudah sempat mengundang DPD REI Jatim untuk menagih pembangunan sekaligus update progress proyek jalan underpass tersebut.

“Intinya minggu lalu kita sudah mengundang pengembang agar segera melakukan percepatan realisasi underpass. Sebab pada prinsipnya segala sesuatunya kan sudah siap, baik MoU sudah kita lakukan, ground breaking juga sudah, lahan juga sudah siap,” kata Agus.

Beberapa waktu yang lalu, pihak pengambang sempat menuturkan bahwa pihakya sedang menunggu kondisi keuangan kurs dolar yang masih belum stabil. Serta mereka juga sedang menghitung ulang nilai proyek. Akan tetapi setelah kondisi rupiah saat ini juga sudah cukup stabil, maka seharusnya realisasi proyek underpass sudah bisa segera dilakukan.

“Dari pertemuan tersebut, kami mendapat info kalau memang mereka sekarang sedang proses nego harga dengan pihak kontraktornya. Intinya kita menunggu, sebab kalau jalan tersebut jadi yang diungtungkan bukan hanya masyarakat tapi juga pihak pengembang sebab akses jalan disana akan lebih baik,” ulas Agus.

Diwawancara terpisah, Ketua DPD REI Jatim Totok Lucida mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih belum bisa memulai pembangunan fisik jalan underpass. Sebab saat ini pihakya sedang melakukan negosiasi dengan pihak PT Pembangunan Perumahan (PP) selaku kontraktor pelaksana pengerjaan proyek. Negosiasi yang dimaksud adalah soal spesiafikasi bahan bangunan yang digunakan, penyesuaian desain dengan kondisi di lapangan dan struktur tanah, dan juga pemilihan kualitas bahan yang digunakan.

“Nego ini fungsinya sangat penting. Sebab nantinya ini yang juga akan menentukan besaran nilai proyek yang akan dikerjakan. Baru setelah itu kita bisa melangkah menghubungkan ke siapa pengembang yang ikut partisipasi dalam proyek underpass ini,” tutur Totok.

Sebab pada prinsipnya, memang pihaknya sudah bertemu dengan anggota REI yang berlokasi di daerah Surabaya Barat. Dan secara lisan mereka semua sudah sepakat akan mendukung proyek ini dan ikut berpartisipasi. Akan tetapi sampai saat ini belum diputuskan secara tertulis dan kesepakatan siapa saja yang akan berpatisipasi langsung. Sebab menurut Totok, harus menunggu nilai proyeknya, yang diantaranya ditentukan dari proses nego yang kini tengah dilakukan.

Menurut Totok, realisasi dimulainya proyek underpass masih tinggal satu langkah lagi. Yaitu bertemu langsung dengan owner pengembang yang nantinya akan berpartisipasi dalam proyek underpass. Akan tetapi, dijelaskan pria berbadan tambun ini, hal tersebut masih menemui kendala. Salah satunya adalah libur akhir tahun yang membuat banyak pemilih developer tidak ada di tempat.

“Ya ternyata terkendala libur akhir tahun. Kalau missal tidak ada libur akhir tahun natal dan tahun baru, maka pertemuan sudah bisa dilakukan, dan akhir bulan bisa dimulai fisiknya. Tapi karena ada kendala seperti iini, jadi awal tahun depanlah akan dimulai,” kata Totok.

Akan tetapi, pihaknya menjamin bahwa penyelesaian jalan ini tidak akan melampaui target. Sebab sebagaimana diketahui, proyek pembangunan jalan sebanjang 473 meter dan lebar 19 meter ini bisa rampung dalam dua tahun. Bahkan pemkot berharap jalan sudah bisa jadi dalam waktu 1,5 tahun. (KS1/RED)

Leave a Reply