UNIFIL Beri Apresiasi Prajurit KRI Bung Tomo 375

LEBANON (kabarsurabaya.com) Kehadiran prajurit KRI Bung Tomo-357 yang tergabung dalam Satgas Maritim TNI Kontingen Garuda UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) sebagai Peacekeeper dalam Pasukan Penjaga Perdamaian PBB memberi makna yang positif bagi warga negara Lebanon.

Tidak hanya menyangkut kelancaran operasi, namun juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat sosial di sekitar lingkungan penugasan.

Demikian apresiasi yang disampaikan Force Commander UNIFIL, Major GeneralLuciano Portolano beberapa waktu lalu, tepatnya pada hari Selasa (17/11/2015) saat pertemuan dengan Komandan KRI Bung Tomo-357 Kolonel Laut (P) Yayan Sofiyan, S.T. selaku Dansatgas Maritim TNI Konga XXVIII-H/UNIFIL TA. 2015 di UNIFIL House Beirut-Lebanon.

“Kami bangga atas performa yang telah dicapai, baik kesiapan kapal dalam bidang teknis platform maupun sewacoserta profesionalitas prajurit dalam melaksanakan tugas sehingga pencapaian operasi dan latihan dapat terlaksana dengan baik”, kata Force Commander UNIFIL.

Dansatgas Maritim TNI Konga XXVIII-H/UNIFIL TA. 2015dalam pertemuan tersebut menyampaikan; upaya-upaya yang dilakukan untuk mempertahankan performa kapal antara lain;melaksanakan penyiapan teknis sistem pendorongan kapal, perawatan sistem kesenjataan serta penyiapan Helly BO. NV-414 yang onboard.

Termasuk pula kegiatan-kegiatan yang merupakan hal yang selalu menjadi perhatian Komandan Satgas untuk dilaksanakan oleh para prajuritnya yang ada di kapal sesuai jadwal yang dibuat.

Serta di kalangan para Perwira dilaksanakan pendalaman pemahaman berbagai dokumen pendukung seperti; Standart Operating Procedure(SOP), Operation Order (Oporder), Letter of Assist (LOA) yang dijadikan referensi selama Ontask sebagai Peacekeeper di Area of Maritime Operations (AMO) Lebanon.

Hal itu guna menambah pengetahuan dan keterampilan serta membekali pengetahuan dasar tentang peraturan serta norma-norma/kaidah di dalam melaksanakan tugas pokok misi sebagai bagian dari pasukan perdamaian dunia di bawah PBB, para Perwira KRI Bung Tomo-357 telah melaksanakankegiatan Induction Training.

Kegiatan ini memiliki arti yang cukup penting dikarenakan berkaitan dengan sosialisasi segala aturan-aturan yang berlaku bagi Satgas dibawah UNIFIL serta harus diketahui dan dipedomani oleh seluruh personil Satgas Maritim TNI Konga XXVIII-H/UNIFIL.

Selain itu dilaksanakan Conduct Dicipline Training (CDT) oleh LT COL Charles Gbekle (Ghana Army) dari Regional Conduct and Discipline Team dari UNIFIL Headquarter, sosialisasi HIV / AIDS oleh Mrs.

Kinhara Konsultan HIV / AIDS yang bertugas di Staff HIV/AIDS Training Officer UNIFIL, serta pengetahuan Civil and Military Coordination (CIMIC) yang disampaikan olehMajor Federico Frizzi dari UNIFIL CIMIC Unit.
Penyelenggaraan latihan antar unsur MTF dan pemberian pelatihan terhadap personel LAF Navy (Stage At Sea) dapat terselenggara dengan baik. Selama Ontask di daerah AMO, prajurit KRI Bung Tomo-357 melatih personel LAF Navy dalam bidang Bridge Management.

Serta Surface Compilation (Navigation Radar), Damage Control Management, Boarding Party (VBSSTeam), Weapons Introduction serta Hailing Procedure.Berbagai latihan dengan kapal unsur Maritime Task Force-448 UNIFIL Lebanon.

Yaitu kapal perang BRS Barosso (Brasil),FGS Hyaene (Jerman), HS Daniolos dan HS Troupakis (Yunani), TCG Heybeliada dan TCG Bozcaada (Turkey) serta BNS Ali Haider dan BNS Nirmul (Bangladesh).

Adapun latihan yang telah dilaksanakan diantaranya; Anti Asymetric Warfare Exercise (AASYWEX), Mailbag Transfer, Boarding Exercise (BOARDEX), Simple Manoeuvring, Air Picture Compilation dan Geographical Local Operational Plotting.

Operasional Heli NV-414 pun tidak kalah aktifnya dengan aktivitas kapal. Pilot dan crew Heli NV-414 secara aktif terus mengikuti perkembangan aktivitas penerbangan yang berlangsung di Naqoura Headquarter, Markas Besar UNIFIL di Lebanon.

Mereka terlibat dalam kegiatan amandemen Standar Operating Procedure for UN Helicopters, kegiatan pembuatan rute penerbangan baru VFR (Visual Flight Rule) dari Beirut ke Naqoura, Joy Flight dengan menggunakan Helikopter Bell-212 Italy Air.

Hal itu untuk pengenalan Helipad Rumah Sakit Saint George dan Rumah Sakit Yarze dalam pelaksanaan Medevac/Casevac, serta familiarisasi fasilitas dan lapangan terbang yang dimiliki oleh UN di Lebanon.

Serta secara rutin Heli NV-414 terlibat dalam kegiatan latihan bersama dengan unsur MTF lainnya di laut dan juga melaksanakan Identification Surveillance Recognitionterhadap kapal-kapal yang mencurigakan.

Kegiatan operasi di bidang Air Surveilance, sejauh ini KRI TOM telah berhasil mendeteksi Air Military Activity maupun Air Liner sebanyak 72 pesawat. Sedangkan di bidang Surface Surveillance berhasil mendeteksi Warship Activity dan Hailingsebanyak 234 kapal selama kurang lebih hampir 2 bulan masa Ontask ini.

Untuk mempertahankan stamina dan kondisi psikis prajurit, setiap hari dilaksanakan olahraga bersama baik selama kapal berlayar maupun sandar. Interaksi sosial dalam kapal terjalin sangat baik dan kompak, guna menghilangkan kejenuhan siaran radio kapal selalu menyiarkan motivasi yang diselingi hiburan dan quiz yang dibawakan Perwira Psikologi dan Perwira Kesehatan.

Kapal bagi para prajurit pelaut ibarat rumah sendiri sehingga kerapihan, kebersihan dan kenyamanan didalamnya selalu terjamin dan tertata dengan baik.

Aspek religius juga tidak ketinggalan menjadi fokus Komandan kapal untuk selalu terpelihara dengan baik, secara estafet prajurit yang beragama Islam melaksanakan khataman Al-Quran dan memahami kandungannya.

“Di sisi lain personel yang beragama lain melaksanakan prosesi keagamaan sesuai dengan kepercayaan yang dianut masing masing,” pungkas Kolonel Laut (P) Yayan Sofiyan, S.T.selaku Dansatgas. (KS/RED)

Tags: ,

Leave a Reply