Pemprov Jatim Optimis Mampu Tingkatkan Realisasi Investasi

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Di tengah gejolak ekonomi global, perekonomian Jawa Timur pada triwulan II 2019 berhasil tumbuh 5,72% (yoy), lebih tinggi dibandingkan Nasional 5,05% (yoy) dan terakselerasi dibandingkan triwulan I 2019 sebesar 5,55% (yoy).

Pertumbuhan ekonomi ini, salah satunya didorong oleh peningkatan investasi (PMTB) yang memberikan kontribusi 27,89% terhadap total PDRB Jatim semester 1-2019.

Difi A. Johansyah, Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Timur mengatakan, upaya mendorong percepatan investasi perlu menjadi sebuah concern tersendiri apalagi bila kita ingin terus menekan defisit transaksi berjalan (current account deficit).

Pemprov Jatim Optimis Mampu Tingkatkan Realisasi Investasi

“Upaya menekan defisit transaksi berjalan ini, tentu menjadi tantangan tersendiri di tengah gejolak kondisi ekonomi global,” lanjut Difi, pada kegiatan Seminar Nasional “East Java Investment : Gaining Momentum Amidst The Stable Outlook” di Grand City Convention and Exhibition Surabaya, Kamis (12/9/2019).

Sementara pada kesempatan yang sama, Joshua Pardede, chief economist Bank Permata menambahkan, perlambatan ekonomi Tiongkok yang saat ini terjadi, cenderung berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekspor Indonesia.

“Padahal, impor Indonesia dari Tiongkok masih cenderung kuat. Belum lagi, isu brexit di Uni Eropa, fluktuasi harga komoditas global dan faktor eksternal lainnya. Namun demikian, Jawa Timur masih menyimpan peluang tersendiri untuk pengembangan investasinya,” tambahnya.

Disisi lain, Reza Valdo Maspaitella, Chairman for Regional Investment Development KADIN Indonesia menilai, posisi Jatim sebagai penghubung antara bagian timur dan barat Indonesia serta pengembangan sejumlah kawasan industri terintegrasi di sejumlah wilayah, menjadi keunggulan tersendiri bagi Jawa Timur dibandingkan provinsi lain,

Keunggulan Jatim ini semakin dikuatkan dengan hasil penilaian Tingkat Kemudahan Berbisnis (Ease of Doing Business) oleh Asia Competitiveness Institute (ACI) yang menempatkan Provinsi Jawa Timur sebagai peringkat pertama. Adapun kategori penilaiannya, diantaranya adalah daya tarik investor, keramahan bisnis dan kebijakan yang kompetitif.

Pada kesempatan yang sama, Emil Dardak, Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur menerangkan, realisasi investasi Jawa Timur yang sampai dengan semester 1-2019 adalah sebesar Rp 32,05 trilyun, menduduki posisi ke-4 nasional setelah Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta dan Jawa Tengah.

“Kita masih bisa mendorong angka realisasi ini. Saat ini kita sedang mempercepat pembangunan sejumlah infrastruktur untuk nantinya memudahkan konektivitas industri, seperti percepatan proyek pembangunan infrastruktur jalan tol di berbagai titik, pembangunan jalan pantai selatan Jawa Timur, pengembangan sejumlah bandar udara termasuk Juanda, jalur kereta api dan sejumlah pelabuhan,” jelas Emil.

Diketahui, penyelenggaraan Seminar Nasional ini menjadi rangkaian kegiatan East Java Investival (EJI) yang diselenggarakan oleh Pemprov Jatim pada tanggal 12-15 September 2019. Dan EJI sendiri, diharapkan mampu menjadi etalase dan media promosi berbagai sektor investasi Jawa Timur.

Selain diwarnai dengan seminar nasional, gelaran EJI juga memiliki berbagai rangkaian kegiatan, termasuk forum investasi dan business matching antara investor dengan pemilik proyek investasi.

Yang menarik, pada hari pertama pelaksanaan kegiatan, business matching bahkan telah berhasil memperoleh kesepakatan lebih dari Rp 300 Milyar, baik untuk investasi maupun perdagangan. (men)

Leave a Reply