UNAIR Kembangkan Kerjasama Bisnis Bidang Teknologi Informasi

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Universitas Airlangga mengembangkan kerjasama bisnis di bidang sistem informasi dan komunikasi, sebagai amanah peraturan pemerintah yang menyampaikan bahwa Perguruan tinggi dengan status badan hokum, diizinkan untuk menyelenggarakan usaha-usaha mandiri demi pengembangan pendidikan tinggi.

Penandatanganan MOU antara Rektor UNAIR Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak., CMA. dengan Direktur PT. Jaringan Pintar Indonesia (JPI) Juliarso Direktur di Ruang Rektor UNAIR, Kantor Manajemen UNAIR, Selasa (29/12/2015)


Peresmian kerjasama bisnis itu ditandai dengan adanya penandatangan nota kesepahaman antara Rektor UNAIR, Wakil Rektor IV UNAIR, dan Direktur Sistem Informasi (DSI) UNAIR dengan Direktur PT. Jaringan Pintar Indonesia (JPI) di Ruang Rektor UNAIR, Kantor Manajemen UNAIR, Selasa (29/12/2015).

Dalam acara tersebut, terdapat penandatanganan tiga perjanjian, yaitu MoU tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi, perjanjian sewa untuk penempatan jaringan, dan pemberian hibah dan penyediaan jaringan Information Communication Technology (ICT) dan heterogeneous network.

Rektor UNAIR Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak., CMA. mengatakan bahwa kerjasama ini merupakan bentuk manifestasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, dimana penyediaan jaringan serat optik diharapkan bisa mendukung aksesibilitas data dan menunjang kreativitas sivitas akademika demi masyarakat.

Sementara Direktur PT. JPI, Bintang Juliarso menyampaikan bahwa pihaknya akan membangun infrastruktur sekitar 15 monopole di kampus A, B, dan C UNAIR yang dihubungkan dengan serat optik. Pembangunan itu bertujuan untuk memastikan agar pengguna internet di kampus dapat memanfaatkan konektivitas data dengan lebih baik.

“Saya rasa semua mahasiswa pasti pemakai telepon seluler dan pemakai data yang intensif. Mereka butuh layanan dan coverage yang baik. Itu yang kami utamakan sebagai prioritas utama. Selebihnya, PT. JPI akan hadirkan beberapa operator untuk hadirkan perangkat-perangkat untuk ditempatkan di pole yang akan kami bangun,” tutur Bintang.

Disisi lain, Wakil Rektor IV UNAIR, Junaidi Khotib, S.Si., M.Kes., Ph.D., berharap dengan adanya struktur bidang university holding, UNAIR bisa mengembangkan produk-produk penelitian yang bisa menghasilkan pendapatan.

Lebih lanjut Junaidi menjelaskan, karena UNAIR itu adalah PTN-BH, kekayaan UNAIR itu terpisahkan kecuali tanah. Maka ketika monopole itu ditanam ke tanah, maka PT. JPI harus menyewa tanah UNAIR karena itu adalah tanah negara. Oleh karena itu, harus ada perjanjian sewa menyewanya.

“Biaya sewa per meter adalah Rp. 11 juta/tahun. Mungkin yang akan digunakan sekitar setengah meter per pole. Mereka juga pasti menyewa BTS (Base Transceiver Station) dan server menggunakan ruangan yang ada di lingkungan kita,” lanjut Junaidi.

Dengan perhitungan yang demikian, maka pada tahun 2015, UNAIR berharap sumber pemasukan bisa mencapai Rp. 3,1 miliar. Sedangkan dua tahun kemudian, 2017, UNAIR memiliki target memiliki pemasukan di atas Rp. 10 miliar.

“Kita harapkan dari supporting kerjasama, salah satunya dengan PT. JPI, itu bisa menyumbang 30% dari pendapatan UNAIR,” kata Junaedi.
Kerjasama dengan PT. JPI yang akan berlangsung selama 10 tahun ini, Junaedi berharap bahwa sistem teknologi informasi yang telah dikembangkan ini menghasilkan kreativitas dan keberlanjutan pengembangan produk teknologi informasi itu. (Ep)

Leave a Reply