Bentuk Komunike Bersama, 11 PTN-BH Siap Menuju 500 Dunia

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Pertemuan Majelis Wali Amanat (MWA) 11 Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) yang berlangsung selama dua hari, pada tanggal 17 – 18 Maret 2016 telah menghasilkan komunike bersama, yang disepakati dan ditandatangani oleh perwakilan MWA dari 11 PTN-BH yang berlangsung di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen, Universitas Airlangga, Jumat (18/3/2016).

Para wakil dari 11 Majelis Wali Amanah PTN-BH seusai menandatangani kemonike bersama sebagai hasil dari pembentukan Forum Komunikasi MWA PTN-BH di UNAIR, Jumat (18/3/2016)

Pembentukan komunike bersama 11 PTN-BH ini merupakan upaya untuk lebih memaksimalkan target yang dicanangkan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) agar minimal 5 dari total 11 PTN-BH se-Indonesia bias masuk peringkat 500 besar dunia pada 2019.

Ketua MWA UNAIR Sudi Silalahi,  yang didampingi Wakil Ketua MWA Universitas Padjajaran H. Obsatar Sinaga, Rektor Unpad Prof. Dr. dr. med. Tri Hanggono Achmad, dan Rektor UNAIR Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T., Ak, menyampaikan Setelah menggelar acara ini selama dua hari, akhirnya terbentuk forum yang mewadahi pimpinan MWA PTN-BH, dengan nama ‘Forum Kerjasama Majelis Wali Amanat Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum’.

“Dengan adanya forum yang mewadahi pimpinan MWA PTN-BH ini, diharapkan pimpinan MWA bisa bersinergi dan semakin solid dalam memperjuangkan kebutuhan perguruan tinggi secara bersama-sama,” tutur Sudi.

Sudi juga menjelaskan, bahwa target yang hendak dicapai oleh anggota forum kerjasama MWA PTN-BH, diantaranya adalah dengan membantu perguruan tinggi negeri untuk mencapai target peringkat 500 besar perguruan tinggi terkemuka di dunia.

“Menembus peringkat 500 kampus top dunia sesuai dengan target Kemenristek-Dikti bukanlah hal yang mudah. Ada banyak syarat-syarat yang harus dipenuhi, misalnya sumber daya manusia, regulasi, pengelolaan keuangan. Kalau sudah menghadapi persoalan begitu, kita tidak ingin jawaban saja, tapi harus ada tindak lanjutnya,” terang Ketua MWA UNAIR itu.

Sementara Wakil Ketua MWA Unpad, H. Obsatar Sinaga, menambahkan bahwa setelah ini, akan diselenggarakan pertemuan lanjutan untuk membahas permasalahan terkini di perguruan tinggi. Dalam pertemuan lanjutan, pihak MWA PTN-BH ini akan kembali mengundang seluruh stakeholder yang berkaitan dengan pengelolaan pendidikan.

Obsatar juga menegaskan bahwa tugas utama MWA PTN-BH adalah untuk menguatkan tata kelola universitas, agar bias mencapai target 500 besar perguruan tinggi terkemuka di dunia. Karena itu perlu diadakan pertemuan-pertemuan lanjutan untuk menyusun skema transisi PTN-BH terutama pada persoalan tanggung jawab keuangan.

“Kami juga akan mengundang stakeholder terkait, seperti Kementerian Keuangan, Komisi X DPR yang membidangi pendidikan, dan Kemenristek-Dikti. Kami ingin semua stakeholder ini bertemu dalam satu meja dan mereka tak lagi bisa saling melempar permasalahan,” tutur Obsatar.

Dan rencananya, pertemuan selanjutnya akan dilakukan di Unpad yang telah didapuk menjadi ketua sekaligus tuan rumah pertemuan Forum Kerjasama MWA PTN-BH.

Sementara kesebelas PTN yang tergabung dalam MWA PTN-BH di Indonesia tersebut adalah Universitas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Hasanuddin (UNHAS), Institur Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), dan Universitas Diponegoro (UNDIP). (EP)

Leave a Reply