27.7 C
New York
Selasa, Agustus 16, 2022

Buy now

Biaya Pendidikan Menjadi Penentu Tingginya Inflasi Jatim Bulan Agustus 2015

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Inflasi Jawa Timur pada Agustus 2015 tercatat sebesar 0,36 persen, lebih rendah daripada nilai inflasi nasional yang mencapai 0,39 persen.

Posisi inflasi Jatim ini, dikatakan kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Sairi Hasbullah, dipengaruhi oleh dua hal utama yaitu pergerakan harga bahan makanan yang member kontribusi sebesar 0,20 persen dari nilai inflasi.

“Seperti biasa, komponen bahan makananan yang mempengaruhi inflasi adalah daging ayam ras, telur ayam ras, beras dan cabe rawit,” terang Sairi di Surabaya, Selasa (1/9/2015).

Sementara hal lain yang mempengaruhi inflasi Jatim pada bulan Agustus ini adalah sector pendidikan yang menyumbang sebesar 0,16 persen.

“Dari kondisi ini menunjukkan bahwa penurunan ekonomi global dan lemahnya nilai tukar rupiah sampai Agustus 2015 relatif tidak berpengaruh di Jatim,” tambahnya.

Khusus pada sektor pendidikan, menurut Sairi termasuk cukup tinggi mempengaruhi inflasi Jatim. Ini lebih disebabkan karena bulan Agustus 2015 merupakan tahun ajaran baru sekolah sehingga masyarakat Jawa Timur mengeluarkan dana ekstra untuk kebutuhan pendidikan.

“Yang saya maksud biaya pendidikan adalah sekolah swasta, dimana biasanya ada biaya-biaya atau iuran-iuran yang harus dibayarkan orang tua. Tentu ini tidak berlaku bagi sekolah negeri,” jelas Sairi.

Sairi juga menambahkan bahwa indicator tingginya inflasi pada biaya pendidikan menunjukkan bahwa masyarakat Jatim masih terbebani dengan biaya pendidikan setiap awal tahun ajaran.

“Beban tersebut merata mulai dari tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, hingga Sekolah Menengah Atas,” pungkasnya. (Edmen Paulus)

Related Articles

Stay Connected

22,764FansSuka
3,437PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles