HM Sampoerna Gelar Pameran Kreativitas Siswa, Cegah Pekerja Anak

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Peduli hak anak atas pendidikan dan niat mengurangi keterlibatan anak-anak dalam pertanian tembakau, PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) melalui payung program tanggung jawab sosial, Sampoerna untuk Indonesia (SUI), bekerja sama dengan STAPA Center, menggelar serangkaian Pameran Kreativitas Siswa di tiga Kabupaten yaitu Lumajang, Rembang, dan Klaten.

Masih banyak anak-anak yang menjadi buruh di perkebunan, termasuk perkebunan tembakau

Pameran ini merupakan bagian dari kegiatan After School Program (ASP) yang bertujuan mengurangi resiko pekerja anak di area pertanian tembakau.

Sebagai puncak kegiatan, STAPA Center bersama pihak sekolah akan menyelenggarakan Student Creativity Exhibition, yakni gebyar pementasan seni dan budaya. Selain itu, ada pula berbagai perlombaan rakyat serta pameran hasil karya seni oleh para peserta program.

Dikatakan Taruli Aritonang, Manager Contributions & CSR Sampoerna, pihaknya berharap anak-anak mempunyai motivasi yang tinggi untuk belajar dan mengembangkan minat serta bakatnya.  Jika mereka mendapat pendidikan yang tinggi, mereka diharapkan akan mengaplikasikan kemampuannya untuk membangun daerah asalnya.

“Karena itu, melalui After School Program, anak-anak diajak untuk mengenal lebih dekat tentang lingkungan dan seni budayanya sehingga mereka bisa mencintai dan menghargainya,” terangnya melalui berita pers yang diterima kabarsurabaya, Selasa (12/1/2016).

ASP adalah upaya yang dilakukan oleh SUI dan STAPA Center dalam pencegahan pekerja anak.  Upaya ini melengkapi program pemberdayaan pada keluarga petani tembakau guna memberi pemahaman praktik bertani yang baik.

Acara ini juga sejalan dengan semangat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 59 tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak (BPTA). Dimana melalui keppres itu, pemerintah mencanangkan Indonesia bebas pekerja anak pada tahun 2022.

ASP menjangkau anak-anak keluarga petani tembakau yang berada di tingkat sekolah dasar (SD) dalam bentuk yaitu kegiatan setelah jam sekolah atau ekstrakulikuler.  Pada tahun 2015, program ini menjangkau 11 (sebelas) Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Lumajang, Rembang dan Klaten.  Siswa yang dilibatkan oleh kegiatan ASP adalah siswa kelas III hingga kelas VI, dengan total sebanyak 825 anak.

Kegiatan ASP ini dibagi menjadi empat kelas peminatan, yaitu kelas pertanian, kelas calistung (baca, tulis, dan berhitung), penjelajah dan seni budaya.  Selain siswa, ASP juga melibatkan guru yang dilatih khusus untuk menyampaikan modul ASP.

Siswa juga mendapat informasi tentang resiko pekerja anak, hak dasar anak, dan motivasi dalam belajar.  Semua materi disampaikan dengan metode belajar di dalam dan luar kelas dengan prinsip Partisipatif, Aktif, Kreatif, Edukatif, dan Menyenangkan (PAKEM).

“Kami berharap melalui pendekatan menyeluruh yang melibatkan semua pihak, program ini dapat mencapai tujuan utama yaitu tidak adanya lagi pekerja anak di ladang pertanian tembakau, tidak hanya pada musim panen tetapi juga setiap saat” ujar Faridah Hanum, Program Manager STAPA Center. (Ep)

Leave a Reply