3.3 C
New York
Kamis, Desember 1, 2022

Buy now

iSTTS Bantu Isi Liburan Anak-Anak dengan “Kemasan Ceria”

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Mengisi liburan terutama disaat ramadhan sepertinya menjadi hal yang perlu dilakukan, terutama untuk anak-anak agar tak hanya bermain game saja. Memahami fakta ini, Jurusan S1-Teknik Industri iSTTS Surabaya kembali menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Masyarakat yang diberi nama “Kemasan Ceria” (KElas meMASak ANak Cepat RIngan dan Aman).

Keceriaan Anak-anak dalam program “Kemasan Ceria” di kampus iSTTS Surabaya, Selasa (23/6/2015)
Seperti dikemukakan Humas iSTTS Surabaya Masrara Dwi Yanti, kegiatan ini telah menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya pada setiap musim liburan, kami mencoba mengisinya dengan memberikan pelatihan-pelatihan yang berguna bagi anak-anak. Kali ini ketrampilan membuat puding zebra dengan topping berbentuk binatang dan bola-bola coklat menjadi pilihan,” kata Yanti di kampus iSTTS Surabaya, Selasa (23/6/2015).

Dalam kegiatan ini dikatakan Yanti, sekitar 43 peserta dari beberapa sekolah SD dan SMP di Surabaya seperti SMPN 1, SD Petra 5, SMP Petra 5 dan beberapa anak-anak panti asuhan, ikut dalam kelas memasak kreatif yang dipandu oleh dosen dan mahasiswa jurusan Teknik Industri iSTTS.

“Selama kurang lebih dua jam, para siswa akan belajar tentang beberapa jenis bahan makanan ringan yang mudah diperoleh (agar-agar, pewarna, buah-buahan, meses, dsb), cara mengolahnya (mencampur, memasak, mendinginkan) dan membentuknya, dalam suasana yang santai dan menyenangkan,” katanya.

Dipilihnya puding dan coklat menurut Yanti karena jenis makanan ini yang digemari anak-anak. Selain itu juga karena pelaksanaan “Kemasan Ceria” ini bertepatan dengan Bulan Ramadhan, dimana kedua jenis makanan pembuka tersebut, bisa disiapkan dengan mudah oleh siswa sekitar 2-3 jam menjelang berbuka puasa.

Adapun tujuan dari kegiatan “Kemasan Ceria” ini selain agar siswa-siswa SD dan SMP lebih kreatif dan produktif dalam memanfaatkan waktu luang, juga para siswa dimotivasi untuk belajar berhemat dengan membuat sendiri makanan-makanan kecil.

“Dari pada jajan dengan resiko mengkonsumsi makanan-makanan yang tidak sehat,” jelas Yanti.

Selain membuat pudding dan coklat, dalam kegiatan ini para siswa juga akan dipandu mengenal serta mengikuti aturan pembuatan masakan (Standar Operating Procedures), memahami pentingnya faktor ketelitian dalam proses memasak, dan mengenal dasar-dasar proses produksi yang baik, bersih, sehat.

Dan aman (dalam ilmu teknik industri dikenal dengan istilah Good Manufacturing Practices/ GMP), dan tidak ketinggalan, dasar-dasar kewirausahaan (cara menentukan harga jual, cara menjual, dsb).

“Tentu saja semua hal ini akan diberikan dalam bahasa yang ringan dan mudah dipahami oleh anak-anak,” pungkas Yanti. (Edmen Paulus)

Related Articles

Stay Connected

22,764FansSuka
3,587PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles