ITS Gelar Expo 2015 Yang Memadukan 3 Unsur Seni, Ilmu dan Budaya

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya akan menggelar multi-event tahunan, ITS EXPO 2015 selama empat hari di Graha Sepuluh Nopember Surabaya, mulai 21-24 Oktober 2015.

Ketua Pelaksana ITS EXPO 2015, Andre Themas Miko, mengungkapkan bahwa untuk mengkolaborasikan tiga unsure yaitu seni, ilmu dan budaya memang bukan pekerjaan mudah, namun hal ini ingin diwujudkan Keluarga Besar ITS melalui ITS Expo 2915.

“Ini akan menjadi acara pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memadukan tiga unsur, yaitu seni, ilmu, dan budaya,” ujar nya di Surabaya, Selasa (20/10/2015).

Andre menegaskan, unsur seni, sebagai wadah menyalurkan ekspresi dengan membuat karya seni dan berbagai macam pertunjukan. Sedangkan, unsur ilmu sebagai penyalur hasil karya-karya mahasiswa dan pemuda dalam bentuk penelitian maupun produk-produk hasil buah
Pemikiran.

“Sementara untuk unsur budaya, merupakan apresiasi terhadap karya-karya dan budaya yang lebih dahulu ada,” ulas Andre.

ITS Expo 2015 akan menyajikan berbagai kesenian sebagai ajang hiburan bagi masyarakat dengan menghadirkan miniatur Indonesia sebagai representasi ragam kebudayaan yang dimiliki.

Selain itu juga memperkenalkan berbagai teknologi terbaru yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan di masyarakat.

“Sekaligus, sebagai pembangkit optimisme negara Indonesia untuk maju. Tujuan itu dapat dicapai melalui event, wahana, dan kompetisi yang ada,” harapnya.

Lebih jauh Andre menjelaskan, gelaran multi-event tahunan, ITS EXPO tersebut mengangkat tema, ‘Ilusi Kesadaran Semu’, yang bertujuan menumbuhkan semangat optimisme masyarakat Indonesia untuk maju dan berkembang.

“ITS Expo 2015 ini, akan dibuka langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, yang juga dihadiri Walikota Surabaya periode 2011-2015, Tri Rismaharini, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh serta Rektor ITS Prof. Ir. Joni Hermana,” urainya.

ITS Expo 2015 menurut Andre, memiliki dua tujuan utama, dimana untuk pertama, sebagai sarana untuk menyadarkan masyarakat tentang hal-hal kecil yang telah menjadi kebiasaan buruk, serta memberikan stimulus optimisme kepada masyarakat untuk tetap berani melangkah menuju Indonesia yang lebih baik.

“Dengan adanya teknologi, bukan berarti manusia melupakan kodratnya sebagai makhluk sosial,” katanya.

Teknologi, lanjut Andre, keberadaannya bukan untuk dijadikan alasan manusia untuk tidak berinteraksi dengan sesama. Hal tersebut adalah hal kecil yang telah menjadi kebiasaan buruk dan harus segera disadarkan.

“Oleh karena itu, semoga ITS Expo 2015 bukan hanya menjadi sarana edukasi dan hiburan, namun juga bisa menyadarkan masyarakat untuk meninggalkan hal-hal kecil yang telah menjadi kebiasaan,” ujar Andre.  (En/Ep)

Leave a Reply