Kemkominfo Fasilitasi Sertifikasi SKKNI bagi Penyandang Disabilitas

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Akan dimulainya era perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di satu sisi akan menjadi tentangan tersendiri bagi para tenaga kerja di Indonesia, Dan dengan adanya sertifikasi yang menjadi syarat penting dalam bersaing, tentu memiliki nilai tersendiri.

Menyadari hal ini, Pusat Penelitian dan Pengembangan Literasi dan Profesi Balitbang SDM Kemkominfo, memfasilitasi Sertifikasi Kompetisi berbasis SKKNI Bidang Informatika, untuk Komunitas Penyandang Disabilitas di Jawa Timur.

Sertifikasi SKKNI Bidang Informatika yang dilaksanakan di Surabaya mulai 6 Oktober 2015 sampai 9 Oktober 2015 ini, diikuti oleh 60 orang penyandang disabilitas berusia 19 – 29 tahun, yang berasal dari Jawa Timur.

Diantaranya berasal dari SLB-B Dharma Wanita Sidoarjo, SLB Aisyiyah Krian, SLB Negeri Gedangan Sidoarjo, SMALB Putra Mandiri Lebo Sidoarjo, SMALB Siswa Budhi Surabaya, SMALB YPAC Surabaya, SMALB-B Karya Mulia Surabaya, SMALB-D YPAC Surabaya, SMKN 7 Surabaya, UNESA, YPAC Sidoarjo, YPAC Surabaya.

Dikemukakan Kepala Bidang Perencanaan dan Kerjasama Puslitprof Ricky Harry Paat, fasilitasi Sertifikasi SKKNI bagi penyandang disabilitas ditujukan untuk memberdayakan dan membantu perluasan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.

“Sertifikasi ini bertujuan untuk membantu khususnya para angkatan kerja muda penyandang disabilitas, agar mereka bias lebih diketahui dasar kemampuannya,” jelas

Adapun para peserta dipersyaratkan memiliki kualifikasi pendidikan minimal setingkat SLA (Sekolah Lanjutan Atas) agar dapat mengikuti Pelatihan Practical Office Advance. Dan standar Kompetensi TIK sesuai SKKNI ini, mencakup Operator Komputer, Programmer Komputer, Jaringan Komputer, Computer Technical Support, Multimedia, dan Desain Grafis. ini.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Literasi dan Profesi Kominfo Prof.Dr. Gati Gayatri, MA menekankan bahwa komitmen pemenuhan hak penyandang disabilitas sudah menjadi kesepakatan dunia. Karena itu Kementerian Kominfo selalu berupaya memberikan peran yang sama bagi penyandang disabilitas maupun bukan penyandang disabilitas.

“Di bidang TIK, Kemkominfo sudah melibatkan model/prototype Mobile Community Acess Point (MCAP) yang diperuntukkan untuk komunitas penyandang disabilitas. Prototype sudah dibagikan ke berbagai daerah di Indonesia termasuk Yogya, Bali, NTB dan beberapa daerah lain sejak tahun 2007,” tambah Gati Gayatri.

Sementara Representatif YPAC Surabaya di Belanda, Novita Zaal, yang mendampingi 6 orang anak YPAC Surabaya yang mengikuti tes sertifikasi mengatakan, melalui kegiatan ini, anak-anak disabilitas sebagai SDM angkatan kerja muda bidang keahlian Informatika yang lulus uji kompetensi dan berhasil mendapatkan sertifikat, dapat lebih mudah diketahui dasar kemampuannya.

sebagai bukti kepemilikan kompetensi standar sebagai referensi dalam mencari kerja.

“Dengan adanya sertifikasi ini akan lebih gampang melihat kemampuan dasar mereka, sehingga akan lebih mudah pula bagi perusahaan untuk menempatkan mereka di bidang yang sesuai,” katanya. (Ep)

Leave a Reply