Lomba Pidato Bahasa Jepang di Jawa Timur Ke-37, Dimenangkan Mahasiswa Universitas Brawijaya

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya bersama The Japan Foundation, didukung oleh Persada (Perhimpunan Jepang dan Indonesia) dan East Java Japan Club (EJJC) menggelar lomba pidato bahasa Jepang Jawa Timur ke-37, bertempat di Gedung Serbaguna UNESA.

Dalam lomba yang digelar pada tanggal 15 Mei 2016, dan diikuti 13 orang, yaitu mahasiswa yang telah diseleksi oleh universitasnya dan beberapa pegawai perusahaan Jepang ini, para peserta menyampaikan pidato mereka mengenai hikmah dalam kehidupan, mimpi di masa depan, perasaan mereka terhadap teman dan keluarga dengan antusias.

Para peserta, juri dan panitia lomba pidato bahasa Jepang Jawa Timur ke-37

Konsul Jepang di Surabaya, Yoshiharu Kato mengatakan, Indonesia menduduki peringkat ke-2 negara dengan pembelajar bahasa Jepang terbanyak.

“Di Jawa Timur ada lebih dari 130 ribu pembelajar bahasa Jepang,” terangnya.

Dalam lomba kali ini, juara I dan II berkesempatan untuk mengikuti lomba pidato bahasa Jepang tingkat Nasional yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 4 Juni 2016 mendatang.

Ari asal Universitas Brawijaya meraih juara pertama lomba pidato bahasa Jepang Jawa Timur ke-37, saat menerima trophy juara pertama dari Bapak Yoshiharu Kato, Konsul Jendral di Surabaya

“Saya berharap agar perwakilan dari Jawa Timur dapat meraih posisi juara dalam lomba pidato bahasa Jepang tingkat Nasional nanti,” tambah Yoshiharu Kato.

Lomba ini akhirnya memunculkan Juara I yaitu Ari Septian Rahmat Dama dari Universitas Brawijaya, dengan pidato berjudul “Jalan yang Kutempuh”. Dalam pidatonya Ari menceritakan setelah melihat drama Jepang yang membuatnya tersentuh, ia memutuskan untuk meninggalkan kampung halaman demi belajar bahasa Jepang.

Sementara Juara II diraih pegawai dari perusahaan Jepang PT. MATSUYAMA KIGATA INDONESIA, Firsta Novika Aghaniyu. Firsta menceritakan pengalamannya mendapat panggilan “Korek Api” karena badannya yang kurus dan menjelaskan pengalaman untuk mengatasi rasa minder oleh karena kekurangan tersebut.

Sedang posisi ketiga ditempati Silviana Yulianti dengan pidato berjudul “Saya Hidup Demi Orang Lain”. Disini Silvana menceritakan tentang hari-hari dimana dia tidak dapat menemukan hal yang dia sukai, namun setelah bertemu dengan guru bahasa Jepang di SMA, Silviana mulai menyukai bahasa Jepang dan membahagiakan orang sekitarnya. (EP)

Leave a Reply