Mendikbud Tinjau Pelaksanaan UNBK SMA Hang Tuah 1 Surabaya

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Rasyid Baswedan, didampingi oleh Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo, S.H., M.Hum., Walikota Surabaya Ir. Tri Rismaharini, M.T., dan Ketua Daerah Jalasenastri Armatim (KDJA) Ny. Ina Darwanto selaku anggota pengawas Yayasan Hang Tuah Daerah Timur, melaksankan peninjauan kegiatan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMA Hang Tuah 1 Surabaya. Senin, (4/4/2016).

Mendikbud bersama Gubernur Jatim dan Walikota Surabaya, Tinjau Pelaksanaan UNBK SMA Hang Tuah 1 Surabaya

UNBK yang juga disebut Computer Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya.

Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan. Penyelenggaraan UNBK yang telah dilaksanakan sejak tahun 2015 untuk pelaksanaan UNBK Tahun 2016  telah menggunakan sistem semi-online, dimana soal pertanyaan dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (upload).

SMA Hang Tuah 1 Surabaya yang merupakan sebuah lembaga pendidikan yang didirikan oleh Jalasenastri TNI Angkatan Laut, tahun ini melaksanakan UNBK bagi anak didiknya untuk pertama kali. Dan sebagai salah satu sekolah yang menjadi objek pelaksanaan UNBK di Wilayah Surabaya, pelaksanaan UNBK di sini juga ditinjau oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Syaiful Rachman, M.M., M.Pd.

Dalam keterangannya kepada wartawan saat melaksanakan inspeksi mendadak (Sidak) di SMA Hang Tuah 1 Surabaya, Mendikbud menyampaikan tujuan manfaat Ujian Nasional (UN) tahun 2016 memakai komputer adalah menghindari kebocoran soal UN. Ditambah lebih ramah lingkungan dan efisien.

“Bayangkan jika ada 7,3 juta siswa mengikuti UN, maka kertas soal yang dibutuhkan akan sangat banyak. Jadi dengan UNBK tentu akan lebih efektif dan efisien,” pungkas Mendikbud. (EP)

Leave a Reply