Siswa Daejo Middle School Tetap Studi Banding Meski ada Tragedi Bom

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Kejadian adanya tragedi bom Jakarta (17/1/2016), ternyata tidak membuat masyarakat internasional takut berkunjung dan tinggal di Indonesia. Ini terlihat dari tetap hadirnya para pelajar Daejo Middle School dari Busan Korea Selatan untuk belajar selama seminggu di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya.

Para pelajar Daejo Middle School dari Busan Korea Selatan, saat berlatih Pencak Silat di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya

Dikatakan humas SMP Muhammadiyah 5 Surabaya, Syafi’ur Rohman, kunjungan ruti sebagai bagian dari pertukaran pelajar Daejo Middle School dengan SMP Muhammadiyah 5 Surabaya ini memang sudah dijadwalkan beberapa bulan sebelumnya. Namun dengan adanya kejadian bom di Jakarta sempat memuncul;kan keraguan apakah kunjungan ini akan tetap berlangsung atau dibatalkan.

“Syukurlah dengan penjelasan dari kami bahwa Indonesia tetap aman dan Islam di Indonesia adalah Islam toleran yang sangat menghargai perbedaan, membuat pihak Daejo yakin dan tetap memberangkatkan siswanya ke Surabaya,” terangnya pada wartawan, Senin (25/1/2016).

Hal  senada juga di jelaskan salah satu guru pendamping dari Daejo Middle School, Hong Song Eek, yang mengatakan bahwa awalnya muncul keraguan dari orang tua siswa di korea mengenai situasi keamanan di Indonesia. Namun dengan penjelasan dan komitmen Hong Song Eek yang juga akan menyertai para siswa itu, para orang tua siswa akhirnya mengijinkan.

Siswa Daejo Middle School Korea Selatan, Park Hong Gyun didampingi gurunya Hong Song Eek, di SMP MUhammadiyah 5 Surabaya, Senin (25/1/2016)

“Saya memang menjelaskan bahwa Indonesia aman. Dan saya juga menyampaikan bahwa saya ikut bersama dalam rombongan. Karena itu para orang tua akhirnya menjadi tenang,” terangnya pada kabarsurabaya.com.

Hong yang sudah tiga kali berkunjung ke SMP Muhammadiyah 5 Surabaya ini juga menjelaskan bahwa untuk melegakan dan membuat tenang para orang tua siswa ini, pihaknya setiap hari selalu memberikan laporan tentang keadaan mereka di Indonesia.

“Setiap hari kami member kabar ke Korea tentang keadaan kami di sini,” terang Hong Song Eek.

Sementara itu, para siswa Korea Selatan yang bertukar pengalaman dan belajar selama seminggu di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya ini Nampak tenang dan sangat menikmati semua agenda kegiatan selama di Indonesia. Bahkan mereka sempat mempelajari salah satu seni bela diri asli Indonesia, yakni Pencak Silat.

Merekapun menggelar aksi yang menunjukkan bahwa mereka tidak takut dengan adanya bom yang terjadi seminggu lalu di Jakarta.

Selama seminggu para siswa Daejo Middle School menjalani masa studi bandingnya, setiap siswa Korea ini diharuskan tinggal di salah satu murid i SMP Muhammadiah 5 Surabaya. Dan mereka pun diharuskan mempelajari hingga mengikuti kebiasaan/tradisi di masing-masing rumah yang ditinggali. (EP)

Leave a Reply