Tiap Kota Harus Gencarkan Green Development

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Utusan Khusus Presiden untuk Pengendalian Perubahan Iklim (UKP-PPI), Rachmat Witoelar, meminta pada pemerintah daerah untuk bisa mengimbangi pertumbuhan ekonomi di wilayahnya dengan memberi porsi yang cukup bagi ruang terbuka hijau dan pembangunan infrastruktur.

Langkah ini dikatakan Rachmat, sangat penting bagi daerah, agar lebih gencar memiliki program pembangunan hijau (green development) sebagai upaya pengendalian perubahan iklim dan pemanasan global.

“Setiap negara mendapatkan desakan untuk mengurangi emisi karbon. Makanya perlu ada pola pembangunan hijau di setiap daerah,” katanya di sela-sela pembekalan Youth for Climate Camp (YFCC) 2015, di ITS Surabaya, Jumat (11/9/2015).

Rachmat menambahkan, Indonesia sudah kehilangan 40% hutan. Karena itu ia berharap Kota Surabaya sebagai salah satu daerah yang gencar melakukan penghijauan di tengah maraknya pembangunan properti dan infrastruktur, tidak berhenti untuk terus memberikan porsi pada prinsip green development.

“Yang paling penting saat ini adalah aksi dari tiap daerah bagaimana membangun ekonomi dan lingkungannya secara seimbang,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang juga hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, Surabaya menargetkan memiliki 35% ruang terbuka hijau (RTH) dari total luas wilayah.

“Sampai saat ini, kami sudah mencapai 21% RTH, melalui pembangunan taman-taman kota, hutan kota dan hutan mangrove,” terang Risma.

Dia juga menambahkan bahwa setiap tahun, pemerintah berusaha membebaskan lahan untuk penghijauan.

“Tahun ini ada 50 Ha di kawasan pesisir untuk ditanami mangrove. Ini upaya untuk mengembalikan kondisi Surabaya yang dulu gersang,” katanya.

Pembekalan Youth for Climate Camp (YFCC) 2015 ini sendiri, merupakan persiapan untuk mengikuti kegitan perundingan perubahan iklim internasional atau Conference of Parties (COP) ke 21 pada Desember 2015 di Paris.

Dimana sebelum mengikuti perundingan tersebut, sekitar 60 mahasiswa dari berbagai universitas di Jawa mengikuti  Youth for Climate Camp (YFCC) 2015 selama 3 hari di Kaliandra Eco Resort Prigen.

YFCC yang digelar oleh The Climate Realty Project Indonesia, Kantor UKP PPI dan Japan International Coorperation Agency (JICA) itu bertujuan agar generasi muda bisa jadi penggerak aksi perubahan iklim di lingkungannya. (Edmen Paulus)

Leave a Reply