UKWMS Gelar Dialog Tolak Golput

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Pemilihan Wali Kota (Pilwali) tinggal sepekan lagi. Dengan di bantu oleh tim sukses, pasangan calon Pilwali sibuk mempromosikan diri mereka dengan berbagai kegiatan-kegiatan sosial.

Berbagai bentuk kampanye yang gencar dilakukan pasangan calon Pilwali ini bertujuan untuk menarik seluruh lapisan masyarakat dari yang muda hingga yang tua untuk mau memberikan hak suara pada tanggal 9 Desember 2015 nanti.

UKWMS Gelar Dialog Tolak Golput

Upaya untuk mengajak masyarakat untuk tidak menjadi penganut “golongan putih” (golput) dalam pemilihan umum ini juga menjadi perhatian khusus bagi Badan Perwakilan Mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS).

Bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi Jawa Timur dan Radio Republik Indonesia (RRI), UKWMS mengadakan sebuah dialog interaktif mengenai Pilwali bagi para pemilih pemula. Bertempat di Plaza St. Agustinus UKWMS Dinoyo.

Komisioner KPU Surabaya, Nur Syamsi dan Drs. Kuncoro Foe G.Dip.Sc.,Ph.D. selaku Rektor UKWMS menjadi pembicara dalam acara yang bertajuk ‘Pilwali Berintegrasi Pemilih Antusias’ tersebut.

Melalui acara yang dihadiri oleh beberapa perwakilan mahasiswa baru dari setiap fakultas tersebut, Nur Syamsi mengajak kita untuk mau turut berpartisipasi dalam kegiatan Pemilihan Umum (Pemilu). Para mahasiswa yang sudah cukup umur untuk memberikan hak suaranya diharapkan tidak menjadi golput dan mau memilih sesuai dengan hati nurani.

“Setiap suara kalian sama berartinya dengan suara Rektor, bahkan Presiden Indonesia sekalipun,” ujarnya.

Sementara itu Kuncoro juga menambahkan, untuk menjunjung tinggi nilai-nilai keutamaan UKWMS yaitu Peduli, Komit dan Antusias (PeKA) melalui partisipasi dalam Pilwali 2015.

Di akhir acara, Steven sebagai salah satu peserta dialog mendapat kesempatan menyampaikan pendapatnya tentang Pilwali yang berintegritas.

Ia menyampaikan, alasan mendasar mengapa para pemilih pemula harus turut serta dalam Pilwali adalah karena ini akan menentukan siapa yang pantas dan berhak untuk memimpin daerah yang menjadi tempat tinggal, hingga lima tahun mendatang.

“Masyarakat hendaknya harus bijak dan tak boleh asal dalam memilih seorang pemimpin. Seorang pemimpin harus memiliki visi misi untuk membentuk kebaikan dan tegas dalam mengambil keputusan. Tak hanya bisa berkoar-koar sebatas kampanye saja, namun juga harus ada aksi nyata dari para pasangan calon Pilwali yang nantinya terpilih untuk menjabat Wali dan Wakil Wali Kota Surabaya. (Ep)

Leave a Reply