Unair dan ITS, Bersama IndonesiaX, Beri Kursus Pendidikan Online Gratis

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Perkembangan teknologi turut memicu beragamnya layanan informasi, termasuk di bidang pendidikan. Kini, seluruh elemen masyarakat, terutama pengguna internet, bisa menikmati kursus pendidikan secara online tanpa dipungut biaya.

Dan salah satu platform online independen yang menawarkan kursus pendidikan secara gratis adalah IndonesiaX.

Wakil Rektor I Unair, Prof. Djoko Santoso (kiri) menerima cindera mata dari Dean Jay Mathew, Direktur dan COO “IndonesiaX”, disaksikan Prof. M Nuh dan Ibu Lucyana

Dalam menyediakan kursus pendidikan online, IndonesiaX telah mengajak untuk bekerjasama berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, seperti Universitas Airlangga (UNAIR) dan Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS).

Dalam penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum Of Understanding/MoU) antara kedua pihak pada Kamis (28/1/2016) di kampus ITS, hadir dari pihak UNAIR, Wakil Rektor I Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D., Sp.PD, K-GH, FINASIM. Sedangkan dari ITS diwakili oleh Rektor ITS Prof. Ir. Joni Hermana, M.Sc., ES., Ph.D. Dan dari IndonesiaX, diwakili oleh Lucyanna Pandjaitan selaku CEO dan Presiden Direktur IndonesiaX.

Penandatanganan ini juga dihadiri Prof. Dr. Ir. KH. M. Nuh, DEA, selaku Ketua Dewan Penasihat IndonesiaX dan anggota Majelis Wali Amanat UNAIR.

Dalam sambutannya, Lucyanna Panjaitan mengatakan bahwa pihak IndonesiaX menginginkan agar para akademisi dari perguruan tinggi terkemuka di Indonesia bisa berbagi pengetahuan kepada masyarakat luas.

“Kami ingin berbagi pengetahuan kepada masyarakat luas karena ilmu tidak hanya dapat dipelajari secara formal saja,” tutur Lucyanna.

Ia juga menambahkan bahwa kerjasama ini dilakukan agar semua siswa dari seluruh penjuru Indonesia, bisa memiliki akses belajar pada akademisi-akademisi ternama di Jawa Timur.

Terkait kerjasama IndonesiaX dengan UNAIR, Lucyanna mengatakan bahwa UNAIR merupakan salah satu perguruan tinggi terkemuka, khususnya di bidang kedokteran. Namun, Ia juga membuka kemungkinan bahwa akademisi UNAIR di bidang ilmu hayati dan ilmu sosial juga memberikan ilmunya kepada learners (sebutan bagi peserta kursus IndonesiaX).

“Di IndonesiaX kan juga ada dewan penasihat. Mereka memberi ide bahwa UNAIR memiliki keunggulan di bidang kedokteran, misalnya kesehatan otak, dan sebagainya. Namun, kita juga sangat fleksibel dengan tawaran yang diajukan oleh UNAIR,” imbuh CEO IndonesiaX itu.

Menanggapi tawaran kerjasama itu, Wakil Rektor I UNAIR, Prof. Djoko, mengatakan, bahwa UNAIR siap bersinergi dengan IndonesiaX, karena tawaran kerjasama dari IndonesiaX turut membuka langkah internasionalisasi UNAIR.

“Karena dengan ini, hasil dan produk riset yang digarap oleh peneliti UNAIR akan semakin dikenal oleh masyarakat luas,” lanjutnya.

Langkah selanjutnya yang akan dilaksanakan oleh Prof. Djoko adalah mengumpulkan para peneliti UNAIR yang handal dan mampu mengangkat isu-isu menarik di masyarakat, untuk bisa berbagi pengetahuan seputar angka kematian ibu dan bayi, penyakit tropis, stem cell, dan berbagai produk riset lainnya yang unggul dari Indonesia. (EP)

Leave a Reply