UNAIR Gelar Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru kepada Kepala Sekolah se-Surabaya

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Proses Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya tahun 2016 tengah berlangsung. Dan sejak 18 Januari 2016 lalu hingga 20 Februari 2016 nanti, kepala sekolah dan guru masih melakukan pengisian pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS).

Untuk itu, UNAIR mengundang kepala sekolah SMA, SMK, MA dan SPK se Surabaya untuk mengikuti sosialisasi, untuk membantu kelancaran proses SNMPTN (seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri) dan SBMPTN (seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri), Rabu (3/2/2016).

Rektor UNAIR Prof. M Nasih, Kabid Pendidikan Menengah dan Kejuruan Dispendik Surabaya, Drs. Sudarminto, MPd, (sebelah kiri) Wakil Rektor I, Prof. Djoko Santoto, serta Ketua Pusat Informasi dan Humas UNAIR, Suko Widodo saat sosialisasi di Aula Garuda Mukti UNAIR (sebelah kanan), Rabu (3/2/2016)

Pada sosialisasi yang bertempat di Aula Garuda Mukti UNAIR ini, Rektor UNAIR dan jajarannya, serta Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan Dispendik Surabaya dan jajarannya, memberikan informasi secara terbuka pada sekitar 300 perwakilan sekolah.

Dalam pengantar acara, Drs. Sudarminto, MPd – Kabid Pendidikan Menengah dan Kejuruan Dispendik Surabaya menyatakan apresiasinya kepada pihak UNAIR .

“Kami memang ingin mengundang panitia Penerimaan Mahasiswa Baru, karena banyak hal yang perlu kami pahami. Tetapi sudah keduluan diundang pak Rektor UNAIR,” paparnya.

Sementara Rektor UNAIR, Prof Dr. M. Nasih, menjelaskan bahwa dalam proses SNMPTN 2016, pendaftar SNMPTN 2016 ditentukan berdasarkan akreditasi sekolah. Pada sekolah terakreditasi A, diberi jatah 75%. Pada sekolah terakreditasi B, diberi jatah 50%.

“Sedangkan pada sekolah terakreditasi C, pihak sekolah diberi jatah 20%. Sedang sisanya, yaitu sekolah dengan status lainnya diberi jatah 10%,” lanjutnya.

Prof. Nasih juga menjelaskan, bahwa pihak sekolah diperbolehkan untuk mendaftarkan siswa-siswanya yang layak didaftarkan untuk mengikuti proses seleksi SNMPTN tahun 2016. Dimana kriteria hasil penelitian ditentukan oleh nilai rapor, portofolio akademik siswa, dan indeks integritas ujian nasional masing-masing sekolah.

“Kami mempersilahkan pihak sekolah mendaftarkan siswanya.Namun tentu saja yang sesuai dengan kriteria hasil penelitian yang ditentukan oleh nilai rapor, portofolio akademik siswa, dan indeks integritas ujian nasional masing-masing sekolah tentu saja,” terang Prof. Nasih.

Disampaikan juga oleh Prof. Nasih, bahwa tidak menutup kemungkinan nilai ujian nasional juga menjadi bahan pertimbangan bagi UNAIR untuk menerima mahasiswa baru dari jalur SNMPTN. Menurutnya, semua suara dalam forum MRPTNI (Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia) sepakat akan mempertimbangkan nilai ujian nasional (UN). Namun, bobotnya sesuai dengan perguruan tinggi masing-masing.

“Nilai UN itu paling tidak akan digunakan sebagai dasar untuk menentukan indeks integritas sekolah. Itu bagian dari cara kita mempertimbangkan, dan bukan mengkombinasikan nilai masing-masing orang,” imbuh Prof. Nasih.

Untuk itu, Prof. Nasih mendesak pemerintah agar pengumuman nilai ujian nasional tidak terlalu mepet dengan pengumuman hasil SNMPTN. Selain itu, ia juga meminta pemerintah agar jadwal ujian pelaksanaan ujian nasional dimajukan.

Rencananya, pada tahun 2016, daya tampung UNAIR akan berkisar pada angka 5.225. Sedangkan, kuota SNMPTN sekitar 2.080 kursi.

Dipenghujung acara, Suko Widodo selaku Ketua Pusat Informasi dan Humas UNAIR menambahkan, jika ada informasi yang masih belum dipahami, pihak guru dipersilakan menghubungi atau datang langsung ke UNAIR.

“Bahkan jika diperlukan, kami siap untuk memberikan sosialisasi langsung kepada guru BK dan siswa di sekolah masing-masing,” pungkasnya. (EP)

Leave a Reply