UNAIR Jadi Kampus Perempuan Berdasar SNMPTN

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sebagai salah satu jalur masuk PTN telah usai dilaksanakan. Dan Universitas Airlangga (UNAIR) menerima sebanyak 2.098 calon mahasiswa baru pada jalur ini.

Dari jumlah 2.098 calon mahasiswa tersebut, sebanyak 1.650 adalah perempuan (78,65 %) dan sisanya 448 (21,35%) adalah laki-laki. Ini membuat UNAIR mayoritas akan dihuni mahasiswa perempuan.

UNAIR Jadi Kampus Perempuan Berdasar SNMPTN

Selain itu, pada SNMPTN kali ini, juga terdapat dua calon mahasiswa termuda, yang masih berusia 14 tahun. Yaitu Syarifah Salsabila (kelahiran 30 Juli 2001) yang diterima pada program studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi (FST), dan Rania Tasya Ifadha (kelahiran 17 Februari 2001) yang diterima pada program studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran (FK) UNAIR.

“Syarifah merupakan lulusan Madrasah Aliyah Unggulan Amanatul Ummah Surabaya, sedangkan Rania adalah lulusan dari SMAN 3 Semarang. Keduanya terhitung sebagai calon mahasiswa termuda UNAIR dari jalur SNMPTN tahun 2016 ini,” tutur Rektor UNAIR, Prof. Dr. H. Mohammad Nasih, MT., SE., Ak, CMA, di Surabaya, Senin (16/5/2016).

Sementara itu, ada 8 calon mahasiswa lain yang diterima pada jalur serupa dan masih berusia 16 tahun. ke-8 calon mahasiswa tersebut diterima pada Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), dan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH).

Prof. Nasih juga menjelaskan, pada jalur SNMPTN ini, sebagian besar calon mahasiswa merupakan warga Surabaya dan Jawa Timur. Dari total calon mahasiswa yang diterima, 782 (37%) calon mahasiswa berasal dari SMA di wilayah Surabaya dan 1.118 (53,29%) berasal dari berbagai kota di Jawa Timur.

“Jumlah sisanya berasal dari berbagai wilayah di luar Jawa Timur, maupun berbagai kota di Indonesia,” tambahnya.

Sementara untuk jurusan favorit melalui jalur SNMPTN tahun ini, masih ditempati Pendidikan Dokter (FK) sebagai prodi yang paling banyak diminati. Dari 1895 pendaftar, ada 1312 peserta yang menempatkan Pendidikan Dokter sebagai pilihan pertama. Selanjutnya, prodi Manajemen FEB menjadi pilihan terbanyak kedua, dan disusul prodi Akuntansi menempati peminat terbanyak ketiga.

Prof. Nasih juga menyampaikan bahwa sejumlah 2098 calon mahasiswa tersebut, belum tercatat sebagai mahasiswa UNAIR sebelum mereka melakukan pendaftaran ulang pada 31 Mei nanti. Waktu pendaftaran ulang akan bersamaan dengan seleksi jalur SBMPTN, sehingga calon mahasiswa yang bersangkutan harus memilih antara melakukan daftar ulang, atau mengikuti seleksi SBMPTN.

“Jika tanggal 31 Mei nanti mereka tidak datang, atau mereka ikut tes lain, mereka akan gugur. Dan itu akan mempengaruhi persepsi kita terhadap sekolah yang bersangkutan,” ujar Prof Nasih.

Tahun ini, UNAIR menerima 40% untuk jalur SNMPTN, 30% untuk jalur SBMPTN, dan 30% untuk jalur Mandiri. (EP)

Leave a Reply