UNAIR Kembali Jajaki Kerjasama dengan Pemprov Jatim

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Universitas Airlangga terus melakukan penjajakan kerjasama dengan berbagai institusi, termasuk pemerintahan. Sebagai kampus yang berdiri di Jawa Timur, UNAIR juga tak berhenti untuk berkontribusi terhadap kemajuan dan perkembangan masyarakat di ujung timur pulau Jawa ini.

UNAIR Kembali Jajaki Kerjasama dengan Pemprov Jatim

Untuk itu, pimpinan UNAIR kembali melakukan penjajakan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Penjajagan itu dilakukan oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Inovasi Prof. H. Hery Purnobasuki, Drs., M.Si., Ph.D, Ketua Lembaga Pengabdian, Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Masyarakat (LP4M), Prof. Dr. H. Jusuf Irianto, Drs., M.Comm., serta Ketua Pusat Informasi dan Humas Drs. Suko Widodo, M.Si.

Kunjungan kerjasama itu dilakukan pada Selasa (26/1/2016) di Kantor Gubernur Jatim. Pihak UNAIR diterima oleh Kepala Biro Kerjasama Jatim Benny Sampirwanto, M.Si.

Adapun nota kesepahaman kedua pihak sebenarnya telah ditandatangani pada 27 Mei 2013 lalu. Para pihak yang menandatangani nota kesepahaman itu adalah Gubernur Jawa Timur Soekarwo, dan Rektor UNAIR Prof. Dr. H. Fasich, Apt.

Program kerjasama yang dikerjakan antara lain pendidikan dan pelayanan rumah sakit jejaring, penyelenggaraan praktik kerja lapangan, dan penyelenggaraan program jalan lain menuju mandiri dan sejahtera (Jalin Matra) tahun 2015-2018.

Namun, menurut Prof. Hery, kerjasama diantara dua lembaga ini belum berjalan optimal. Untuk itu, delegasi UNAIR perlu melakukan penjajakan kerjasama lagi ke Pemprov Jatim. Sehingga, perlu ada unit pendukung yang melakukan pemantauan terhadap kerjasama itu.

“Selama ini, kami bergeraknya secara individu. Misal, ada ahli ekonomi kita yang dimintai masukan terkait upah minimum kota/kabupaten oleh Pemprov Jatim. Ada juga ahli komunikasi yang diminati masukan terkait bidangnya. Nah, sekarang kita ingin merapikan kerjasama yang tercecer itu, sehingga ketika dimintai bantuan oleh pemerintah, ini dilakukan atas nama UNAIR,” tutur Hery.

Meski demikian, imbuh Hery, ada banyak kontribusi sivitas akademika UNAIR terhadap pembangunan Jatim. Seperti misalnya, antara FK UNAIR dan RS Dr. Soetomo. Ada juga kerjasama penurunan angka kematian ibu dan bayi yang dilakukan di Madura.

“Kita juga melaksanakan Kuliah Kerja Nyata-Belajar Bersama Masyarakat (KKN-BBM) di Jawa Timur,” tuturnya.

Kepala Biro Kerjasama Pemprov Jatim, Benny, mengatakan bahwa untuk saat ini, pihaknya telah mengirimkan program kerjasama yang ditawarkan UNAIR kepada pihak SKPD terkait. Program kerjasama itu diantaranya adalah pelatihan jurnalistik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pendampingan psikolog bagi eks penganut Gafatar.

“Apabila mereka (SKPD) telah memberikan respon positif, maka pihak SKPD akan mengadakan pertemuan dengan pihak UNAIR sesuai dengan bidang masing-masing,” tutur Benny.

Kepala Biro Kerjasama Pemprov Jatim itu telah menginstruksikan pihak SKPD terkait untuk segera merespon penawaran kerjasama dari UNAIR.

Dengan adanya kerjasama ini, Benny berharap ada sinergi potensi dari kedua belah pihak. “UNAIR memiliki akademisi yang pintar, sedangkan Pemprov Jatim memiliki kewenangan. Saya berharap ada sinergi antara kedua belah pihak, sehingga visi misi Gubernur Jatim untuk menjadikan masyarakat yang makmur dan sejahtera bisa dicapai,” harap Benny yang juga alumni S-2 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNAIR. (EP)

Leave a Reply