4 C
New York
Senin, Januari 18, 2021

Buy now

Pembangunan Jembatan Joyoboyo Terus Dikebut




SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Progres Jembatan Joyoboyo yang terletak di sisi selatan Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) terus digeber agar rampung sesuai target November 2020. Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) memastikan konsep drainase jembatan terhindar dari genangan air di saat musim penghujan tiba.

Pekerjaan pengecoran badan jalan telah tersambung dengan akses jalan di sisi utara jembatan. Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) cukup berhati-hati dan memberikan hitungan matang dalam proyek ini.

Salah satunya ialah terkait pembuatan drainase serta sudut elevasi atau ketinggian permukaan antara sambungan jembatan dengan akses jalan di sisi sebelah utara. Pasalnya, jika perhitungan tidak tepat, ketinggian air sungai dikhawatirkan menggenangi jembatan.

Kabid Jalan dan Jembatan DPUMPP Surabaya, Ganjar Siswo Pramono menjelaskan, jika sambungan antara Jembatan Joyoboyo dengan akses jalan di sisi utara tidak rata, hal itu dapat menyebabkan TIJ tergenang saat terjadi hujan deras. Terlebih, sambungan jembatan langsung rata dengan jalan lantaran harus mengakomodir juga jalan dari sisi timur.

Solusinya, dibutuhkan tangkapan-tangkapan air hujan yang lebih banyak. Tujuannya supaya air tidak langsung terhempas turun ke TIJ ketika terjadi hujan deras. “Jadi konstruksinya dibuat mirip punggung sapi, karena kalau langsung miring ke bawah, nanti hujan deras TIJ bisa tergenang. Jadi dibuat (seperti) punggung sapi, dikasih pedestrian juga,” urai Ganjar, Kamis (1/10/2020).

Selain itu, sistem drainase atau tempat tampungan air juga dipersiapkan. Dengan demikian, jembatan itu dapat langsung menampung air ketika hujan deras turun dan mengalirkan ke sungai.  “Dibuatkan seperti lubang-lubang di bawah agar air bisa masuk ke sana. Jadi air hujan biar masuk ke situ agar airnya tidak turun ke sana (TIJ),” imbuhnya.

Sedangkan tahap pengerjaan tahap selanjutnya, ialah penyelesaian ornamen beserta gapura yang berada di tengah jembatan dengan ketinggian mencapai 20 meter.  DPUMPP juga berupaya mempercepat pembangunan jembatan yang memiliki panjang sekitar 150 meter itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajat menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan OPD terkait dan kepolisian terkait rencana rekayasa lalu lintas di kawasan itu. Terutama akses jalan di sisi utara Jembatan Joyoboyo.

Rencananya, akan dibuat dua arah jalan di sisi utara Jembatan Joyoboyo. Selanjutnya, jembatan lama yang berada di sisi barat jembatan utama (Jalan Darmo) itu nantinya akan difungsikan. Rencananya, jembatan yang memiliki lebar sekitar 4 meter itu akan difungsikan untuk masuk ke arah Jalan Darmo dan Jalan Diponegoro.

“Kami sudah rapatkan bersama dengan pihak-pihak terkait dan jajaran samping. Untuk jembatan lama kita fungsikan untuk masuk ke arah kota Jalan Darmo dan Diponegoro. Jadi ketika (Jembatan Joyoboyo) beroperasional langsung bisa diberlakukan. Ada beberapa rekayasa lalu-lintas yang kita lakukan di kawasan itu,” pungkasnya. (KS1/Red)

 




Related Articles

Stay Connected

21,375FansSuka
2,508PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles