-2.1 C
New York
Sabtu, Januari 9, 2021

Buy now

Dhimam Abror : Koalisi Majapahit telah melakukan Character Assassination




SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Calon wali kota Surabaya, Dhimam Abror Djuraid yang gagal mencalonkan diri karena pasangannya kabur angkat suara. Ia melawan tuduhan sebagai calon boneka dan menyebut Koalisi Majapahit telah melakukan character assasination pada dirinya.

Calon wali kota Surabaya, Dhimam Abror Djuraid
“Saya heran dengan tuduhan adanya calon boneka, bahkan dari kubu Koalisi Majapahit. Ini kan stigmatisasi dan pembunuhan karakter,” kata Abror dalam sesi wawancara dengan televisi lokal, SBOTV, Rabu (5/8/2015) malam.

Keheranannya semakin bertambah karena pihak koalisi menyatakan siapapun yang akan maju adalah calon boneka Dan mereka tak menginginkan hal tersebut.

“Lah kalau begitu kenapa Koalisi Majapahit buka pendaftaran dan penjaringan? Tapi ya sudahlah, ini kan politik,” cetusnya.
Abror menegaskan dirinya sangat serius mempersiapkan diri menghadapi perhelatan Pilkada Surabaya. Ia bahkan sudah blusukan ke berbagai kelompok untuk memperkenalkan diri dan visi misinya dalam beberapa tahun terakhir.

Oleh karena itu, ia pun mendaftar ke berbagai parpol untuk memperluas kemungkinan mendapatkan rekomendasi. Bahkan ketika enam parpol membentuk Koalisi Majapahit, ia pun mengikuti seluruh tahapan hingga ke fit and proper tes serta pemaparan di hadapan akademisi.

“Hasilnya, saya yang penilaiannya tertinggi. Tapi entah kenapa Koalisi Majapahit tidak mengumumkan dan malah memunculkan nama lain. Ini juga patut dipertanyakan,” ujarnya.

Abror tak menyebut nama, namun sempat muncul nama Syamsul Arifin untuk diusung Koalisi Majapahit.
Melihat kondisi seperti itu ia pun tetap berjuang untuk mendapatkan rekomendasi dari partai yang tersisa.

Ia pun mendapatkan rekomendasi dari PAN dan Demokrat, yang jumlah kursi di DPRD memenuhi syarat mengajukan calon sendiri yaitu 10 kursi.

Mantan pemred sejumlah media nasional itu menekankan rekomnya tak main-main karena diteken SBY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Serta Zulkifli Hasan, Ketua Umum PAN.

“Ini tidak main-main, bahkan SBY siap turun dalam kampanye nanti,” ujarnya.

Apa daya, pasangannya Haries Purwoko malah kabur di detik-detik akhir pendaftaran. Haries mengaku mengikuti kata ibunya agar tak maju di pilkada Surabaya.

“Saya shock dan panik,” aku Abror. (Edmen Paulus/Red)




Related Articles

Stay Connected

21,322FansSuka
2,508PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles