10.6 C
New York
Senin, Oktober 26, 2020

Buy now

Akademisi UNAIR Beri Masukan Untuk RAPBN-P 2016




SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Dalam rangka mendengarkan aspirasi dan masukan tentang asumsi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional Perubahan (RAPBNP), anggota Pusat Kajian dan Informasi Anggaran Pusat dan Daerah (Budget Office) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI melakukan focus group discussion (FGD).

REKTOR Universitas Airlangga Prof. Dr. Moh Nasih (dua dari kiri) ketika membuka FGD dan memberikan masukan dalam diskusi FGD di UNAIR, Kamis (18/2/2016)

Kegiatan FGD bertema “Proyeksi dan Asumsi Dasar Ekonomi Makro APBN-P dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal tahun 2016” ini, diikuti oleh enam anggota DPD RI, empat staf ahli DPD RI, perwakilan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur, dan akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR, Universitas Negeri Surabaya, dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).

Wakil Ketua Komite IV DPD RI Drs. H.A. Budiono, M.Ed, dalam sambutannya mengatakan, pemerintah berencana menyusun APBN-P tahun 2016.

“Hasil FGD dengan para akademisi dan pemerintah daerah ini akan kami setorkan sebagai usulan kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI,” terangnya di Ruang Sidang Pleno, Kantor Manajemen Universitas Airlangga, Kamis (18/2/2016).

Sementara Rektor UNAIR, Prof. Dr. Moh Nasih, SE., MT., Ak, ketika membuka FGD tersebut mengatakan bahwa salah satu yang perlu diperbaiki dari APBN 2016 adalah mekanisme transfer daerah.

Ia mengatakan, sejak dipisahnya pengelolaan pendidikan tinggi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ke Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti), maka alokasi anggaran diprioritaskan untuk perbaikan sekolah di daerah 3T (tertinggal, terluar, terdepan).

“Ini menyebabkan anggaran untuk Kemenristek-Dikti terbatas. Padahal, perbaikan-perbaikan itu bisa menggunakan anggaran transfer pusat ke daerah,” jelas Nasih.

Disisi lain, Prof. Dr. Djoko Mursinto, SE., M.Ec, Guru Besar FEB UNAIR mengusulkan mengoptimalkan implementasi alokasi dana desa. Ia mengatakan, apabila alokasi dana desa ditingkatkan berpeluang untuk mengentaskan kemiskinan di desa, asalkan anggaran tersebut dipergunakan untuk memberdayakan masyarakat.

“Implementasinya masih kurang. Alokasi dana desa digunakan untuk memberdayakan mereka yang belum bekerja. Mereka seharusnya diberdayakan agar daya beli mereka meningkat,” tutur Prof. Djoko Mursinto.

Selain masalah kemiskinan, Prof. Djoko menyayangkan bahwa ukuran keberhasilan kinerja dilihat dari tingginya penyerapan anggaran. Seharusnya, menurut dia, ukuran keberhasilan program itu dilihat dari output program.

“Kalau anggaran itu banyak terserap seharusnya output-nya memang nyata,” tutur staf pengajar Departemen Ilmu Ekonomi FEB UNAIR.

Sementara Dr. Nurul Istifadah, SE., M.Si, yang juga akademisi FEB UNAIR, mengatakan bahwa APBN-P 2016 nantinya harus lebih bersifat realistis. Target lifting minyak pada APBN-P tahun 2015 sebanyak 825 ribu barel per hari tidak tercapai. Namun, pada tahun 2016, pemerintah malah menaikkan target menjadi 830 ribu barel per hari.

“Kalau memang pemerintah maunya rigid, apabila lifting minyak tidak tercapai, maka pemerintah harus menaikkan sumber penerimaan yang lain, misalnya dari sektor pajak. Tapi, kalau pajak dinaikkan ini berakibat pada pertumbuhan ekonomi,” terang Nurul.

Selain masalah yang telah disebutkan di atas, beberapa pakar dari perguruan tinggi lainnya mengatakan bahwa dalam APBN-P 2016 nanti harus dialokasikan untuk pengembangan energi terbarukan. (EP)




Related Articles

Huawei Segera Hadirkan Jam Tangan Pintar

JAKARTA (kabarsurabaya.com) - Wearable tech atau teknologi wearable saat ini menjadi salah satu sektor dengan perkembangan tercepat dalam industri teknologi, era baru perangkat wearable menyediakan konektivitas tanpa batas dan sensor...

Hebat!! 33 Kelurahan di Surabaya Nol Kasus Covid-19

SURABAYA (KabarSurabaya.com) - Sebanyak 33 kelurahan di Kota Surabaya sudah menunjukkan nol kasus Covid-19. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya Febriadhitya...

Daihatsu Perbarui Fitur Smart Assist IIIt pada Hijet dan Atrai di Jepang

JEPANG (kabarsurabaya.com) Daihatsu Motor Co., Ltd. di Jepang kembali melakukan pembaruan pada sebagian fitur kendaraannya, yakni pada kendaraan niaganya melalui Hijet Truck dan Hijet...

Stay Connected

20,832FansSuka
2,401PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

Huawei Segera Hadirkan Jam Tangan Pintar

JAKARTA (kabarsurabaya.com) - Wearable tech atau teknologi wearable saat ini menjadi salah satu sektor dengan perkembangan tercepat dalam industri teknologi, era baru perangkat wearable menyediakan konektivitas tanpa batas dan sensor...

Hebat!! 33 Kelurahan di Surabaya Nol Kasus Covid-19

SURABAYA (KabarSurabaya.com) - Sebanyak 33 kelurahan di Kota Surabaya sudah menunjukkan nol kasus Covid-19. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya Febriadhitya...

Daihatsu Perbarui Fitur Smart Assist IIIt pada Hijet dan Atrai di Jepang

JEPANG (kabarsurabaya.com) Daihatsu Motor Co., Ltd. di Jepang kembali melakukan pembaruan pada sebagian fitur kendaraannya, yakni pada kendaraan niaganya melalui Hijet Truck dan Hijet...

Ricuh, Demo Tolak Omnibus Law di Surabaya

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Aksi demo yang menolak penetapan Omnibus Law (Getol) di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis, (8/10/2020) berakhir ricuh. Massa merusak pagar berduri...

Biaya Bersalin di Surabaya Gratis 

SURABAYA (kabarsurabaya.com) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menggalakkan Program Jaminan Persalinan (Jampersal). Hal ini sebagai upaya meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan bagi ibu hamil...