Aliansi Warga Surabaya Minta Pilwali Tak Diundur

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Ratusan orang yang menamakan diri Aliansi Warga Surabaya mendatangi kantor KPU Surabaya di Jl Adityawarman, Surabaya. Kedatangan mereka untuk menyatakan penolakannya atas pengunduran pelaksanaan Pilwali Surabaya 2015.

Pengunduran masa pemilihan ini memang bisa saja terjadi bila masa pendaftaran pasangan calon, tidak ada lagi pasangan calon yang diusung parpol maupun gabungan parpol, yang mendaftar ke KPU.

Komisioner KPU Surabaya saat menerima aspirasi warga

Dalam aksinya, mereka membentangkan spanduk dan poster yang intinya mengecam parpol yang menolak berpartisipasi. Dalam penyelenggaraan Pilwali Surabaya 2015 dengan tidak mengajukan calonnya. Mereka juga menggiring sepasang sapi sebagai simbol.

“Ini adalah sindiran. Kalau tidak ada pasangan yang mendaftar, kami daftarkan pasangan sapi ini. Sapi saja berani daftar, kenapa parpol tidak berani?” kata koordinator aksi, Afrizaldi.

Di hari sebelumnya, KPU Surabaya juga menerima kedatangan tamu lain, yakni Gabungan Serikat Pekerja/Buruh Kota Surabaya yang ingin menyampaikan aspirasinya terkait Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Surabaya 2015.

Menurut Dendy Prayitno dari DPC FS KEP SPSI, Gabungan Serikat Pekerja/Serikat Buruh Kota Surabaya ini menolak adanya penundaan Pilwali Surabaya 2015 menjadi 2017.

“Suara pekerja atau buruh tidak menghendaki adanya penundaan Pilkada Surabaya karena alasan hanya ada satu pasangan calon,” kata Dendy Prayitno.

Menurut pekerja, pengunduran Pilwali Surabaya akan menyebabkan jabatan walikota dipegang oleh PJ. Bagi mereka, hal tersebut akan berdampak terhadap nasib para buruh di Surabaya.

“PJ Walikota tidak akan bisa memberikan putusan yang praktis dan sistematis. Keberadaan Pj akan membuat Kota Surabaya seperti Kota Boneka. Masa Depan buruh ada di tangan Walikota, bukan di tangan PJ Walikota!” tegas Dendy

Menanggapi aspirasi warga dan pekerja, Ketua KPU Surabaya Robiyan Arifin menyatakan apresiasinya. Namun demikian, dia menegaskan bahwa segala sesuatu terkait pelaksanaan Pilkada telah diatur dalam beberapa produk hukum. KPU Surabaya sendiri, sebagai penyelenggara, hanya menjalankan fungsinya sesuai dengan apa yang memang telah diatur dalam produk-produk hukum tersebut.

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi apa yang disampaikan oleh masyarakat. Kami yakin, semua aspirasi ini didasarkan di atas niat tulus ikhlas dan murni, semoga ke depan proses pelaksaaan pilkada bisa berjalan baik,” pungkas Robiyan Arifin. (red)

Leave a Reply