4.4 C
New York
Senin, Desember 5, 2022

Buy now

Bawas PDTS KBS Dorong Dirut Definitf Segera Diisi

*Aschta Bertarung dengan Eks Dirut PDAM Pasuruan

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Ketua Badan Pengawas (Bawas) PDTS KBS Heri Purwanto mendorong agar Penjabat walikota Surabaya segera memutuskan nama dirut definitif untuk PDTS KBS.

Pasalnya pihak bawas sudah menyerahkan dua nama hasil dari fit and proper tes bersama lembaga independen. Dua nama itu adalah Aschta Boestani Tajudin dan Khoirul Anwar.

Suasana malam depan KBS Surabaya
“Tapi sayangnya yang saya dengar adalah PJ tidak akan memilih dalam waktu dekat. Bahkan kabarnya akan diserahkan pada walikota definitif,” kata Heri Purwanto, Kamis (19/11/15).

Menurut Heri ada tiga masalah krusial yang nantinya menjadi tanggung jawab dirut definitif. Pertama adalah soal konservasi. Sebagaimana diketahui bahwa saat ini stataus KBS sudah menjadi lembaga konservasi.

Sedangkan orang orang yang ada di KBS mayoritas bukanlah orang konservasi. Padahal seharusnya dalam operasional dan juga pengembangan KBS ke depan harus mengacu pada prinsip-prinsip yang dipegang oleh lembaga konservasi. Serta permasalah lain yang krusial berikutnya adalah soal pengembangan bisnis di PDTS KBS.

“Walaupun lebih besar orientasinya adalah edukasi, namun KBS masih butuh pengembangan secara bisnis. Jika tidak ada dorongan pengembangan yang kuat, maka dikhawatirkan KBS akan seperti ini saja,” terangnya.

Dilihat dari segi khans, Aschta memang terlihat sangat kuat. Terutama lantaran kiprahnya di bidang konservasi sangat kental. Ia saat ini menjabat sebagai pelaksana tugas Dirut PDTS KBS, yang juga merangkap sebagai direktur operasional.

Selain itu Aschta juga sempat menjadi aktivis pecinta satwa Borneo Orangutan Survial (BOS) Foundation.
Sedangkan nama kedua yaitu Khoirul Anwar adalah mantan Dirut PDAM Pasuruan.

Selain itu, Khoirul Anwar juga sempat memegang jabatan sejumlah perusahaan swasta sebagai HRD di beberapa persuahaan swasta. Salah satunya adalah Dunkin Donuts.

Di sisi lain, anggota komisi B DPRD Surabaya Baktiono menyatakan bahwa pemkot juga harus mempertimbangan pemilihan dirut dengan proses lelang jabatan. Sebab proses tersebut diagggap lebih transparan.

Selain itu, politisi PDIP ini juga meminta agar pemkot berhati-hati dalam menentukan dirut yang terpilih. “Sebab ini hasilnya nanti nggak main-main akan sangat berpengaruh untuk KBS kedepan,” kata Baktiono.

Terlebih, Baktiono melanjutkan, dalam RKA untuk RAPBD 2016 diprediksi PDTS KBS akan kembali merugi. Nilainya sebesar Rp 4 miliar. Nilai tersebut lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 701 juta. (KS1/RED)

Related Articles

Stay Connected

22,764FansSuka
3,596PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles