Berantas Jukir Nakal, Dishub dan Kepolisian Harus Duduk Bersama

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Pemkot Surabaya dalam hal ini Dishub Surabaya harus duduk bersama dengan pihak kepolisian. Hal itu dilakukan untuk menekan adanya juru parkir nakal.
Sebab saat ini upaya agar pemakai jasa parkir untuk memonta karcis parkir dalam rangka menekn angka kebocoran belum berdampak positif.

Padahal Pemkot Surabaya sudah memberikan iming-iming hadiah kepada masyarakat Surabaya untuk meminta karcis parkir. Kondisi dilapangan saat ini masih dijumpai juru parkir (jukir) tidak memberikan karcis dan menarik tarif parkir tidak sesuai tarif yang ditentukan.


Aden Darmawan

“Harus ada sanksi tegas, biar ada efek jera. Kalau tidak begitu percuma. Saya mengimbau agar dua instansi ini memberikan brifing kepada jukir. Kalau tidak begitu, program ini tidak berjalan bagus,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Aden Darmawan, Selasa (5/4/2016).

Politisi asal Partai Gerindra ini menambahkan sekarang ini masih banyak masyarakat yang belum tahu soal karcis berhadiah dari Dishub Surabaya. Hal itu dikarenakan kurangnya Dishub melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Apa bedanya ini dengan pemerasan. Misalnya tarif parkir Rp3 ribu, tapi jukir minta Rp5 ribu. Bukan perkara uang Rp 3 ribu atau uang Rp5 ribu, tetapi harus ada tindakan kongkrit,” tegas Aden sapaan akrab Aden Darmawan.

Upaya duduk bersama antara Dishub Kota Surabaya dengan pihak Kepolisian perlu dilakukan demi terciptanya kedisiplinan. Dan juga program berhadiah dilakukan sebagai upaya menaikkan Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) Kota Surabaya.

“Kadang kita mau minta karcis, jukirnya sudah lebih dulu menghindar. Kalaupun kita terpaksa meminta, sambutannya tidak baik. Kalau seperti ini terus, kebocoran parkir akan tetap terjadi,” tandasnya. (KB1/RED)

Leave a Reply