BPWS Mlempem, Komisi D DPRD Jatim Usul Jembatan Suramadu Digratiskan

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Usulan untuk menggratiskan seluruh kendaraan yang melewati Jembatan Suramadu baik yang akan menuju ke Madura atau Surabaya dilakukan Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur.

Suasana Jembatan Suramadu

Usulan ini seperti dikemukakan Anggota Komisi D DPRD Jatim Abdul Halim, bertujuan untuk meningkatkan perekonomian di wilayah Madura menjadi lebih baik baik lagi ke depannya.

“Saat ini kami terus mendorong agar Jembatan Suramadu dibebaskan dari retribusi. Ini sudah kami sampaikan ke BPWS maupun Komisi V DPR RI saat berkunjung ke Madura. Dan meski Komisi V DPR RI sudah menyetujui usulan ini, tapi kami masih menunggu keseriusan dari BPWS,” jelas Halim di DPRD Jatim, Kamis (25/6/2015).

Inti dari penggratisan jembatan Suramadu ini menurut Halim, demi mendorong perekonomian masyarakat Madura lebih meningkat. Mengingat dengan berdirinya Jembatan Suramadu sejak lima tahun lalu sampai saat ini tidak sedikitpun membawa perubahan bagi perekonomian di Pulau Madura.

Menurut politisi asal Fraksi Gerindra Jatim ini, dari dana yang dikucurkan pemerintah pusat sebesar Rp 600 miliar pada 2014 ternyata yang terserap hanya sebesar 25 persen atau Rp 150 miliar, sedang sisanya masuk ke Kasda.

“Itu artinya BPWS tidak bekerja sama sekali. Dan ini terbukti dari tidak adanya pembangunan sama sekali atau stagnan di sisi Jembatan Suramadu. Padahal dengan bulan puasa seperti ini pembangunan rest area sangat dibutuhkan bagi pengendara untuk beristirahat. Termasuk disana juga harus dibangun SPBU,” jelasHalim.

Menanggapi kondisi bila kemudian jembatan Suramadu di gratiskan dan menyebabkan BPWS dibubarkan, bagaimana dengan pengelolaan Suramadu ke depan ?

Abdul Halim yang juga Ketua Fraksi P Gerindra ini mengatakan nantinya pengelolahan Suramadu akan diserahkan kepada Pemkot Surabaya serta empat Kabupaten di Pulau Madura, masing-masing Bangkalan, Pamekasan, Sampang dan Sumenep.

Disisi lain, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim, Hammy Wahjunianto mengatakan saat ini posisi BPWS sangat stagnan dan tidak ada kinerjanya yang berarti. Padahal keberadaannya sejak awal untuk membangun di sisi Jembatan Suramadu sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat Madura.

“Saya melihat memang selama lima tahun ini BPWS tidak pernah membuat gebrakan untuk pembangunan sisi Jembatan Suramadu. Padahal anggaran yang dikucurkan oleh APBN cukup besar, tapi kenyataannya tidak ada sedikitpun kinerja mereka untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Madura,”papar politisi asal PKS ini. (Edmen Paulus)

Leave a Reply