27.1 C
New York
Sabtu, Agustus 13, 2022

Buy now

Dewan Soroti Konsep Revitalisasi Eks Lokalisasi

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Lambatnya langkah pemkot untk merebah dan merevitalisasi eks lokalisasi membuat anggota dewan gerah. Pasalnya sebagai pemrintah yang memaksa penutupan lokalisasi, seharusnya juga diimbangi dengan upaya untuk mengembalikan perekonomian warga terdampak.

Sorotan itu sebagaimana disampajkan oleh anggota komisi C DPRD Surabaya Mohammad Machmud dalam pembahasan rencana anggaran keuangan (RAK) bersama Bappeko. Politisi asal partai Demokrat ini menyebutkan salah satu eks lokalisasi yang sampai kini belum terangkat kembali ekonominya adalah di eks lokalisasi Klakahrejo.

“Dulu, saat di tutup pada tahun 2014 lalu, hanya disosialisasikan, kamar kamar di eks wisma itu harus dibongkari semua. Disisakan satu kamar saja untuk penghuninya. Nah, dengan konidisi itu, agar mengembalikan ekonomi mereka hanya bisa memanfaatkan untuk membuka rumah musik,” kata Mahmud, Selasa (10/11/15)

Saat itu, oleh pemkot warga terdampak dan eks wisma diberi pesan tegas bahwa mereka boleh mengadkan usaha. Asalkan bukan bisnis prostitusi. Jadilah banyak warga yang membuat rumah musik. Tetapi baru-baru ini usaha tersebut dilarang oleh pemkot.

Penutupan itu dilakukan dengan alasan tempat usaha tersebut tidak memiliki ijin mendirikan bangunan (IMB). Hal tersebut disayangkan oleh Mahmud. Padahal hal itu adalah satu-satunya kegiatan yang biisa dilakukan mereka untuk menyambung hidup.

Menurut mantan ketua DPRD Surabaya ini, jika memang pemkot membatasi usaha mereka sebegitu ketat, paling tiddak pemkot harus memiliki alternatif agar waga terdampak bisa kembali lagi menghasilkan uang untuk bertahap hidup.

“Seharusnya pemkot memiliki konsep untuk revitalisasi eks lokalisasi yang sudah ditutup. Bukan hanya menutup lalu ditinggalkan begitu saja. Saya khawatir jika memang ternyata pemkot tidak memiliki konsep revitalisasi eks lokalisasi,” ulas Mahmud.

Terlebih Mahmud melanjutkan sampai sekarang sudah lebihdari setahun waktu penutupan eks lokasilisasi yaitu sejak tahun 2014. Seperti kasus di Klakahrejo yang ia sebutkan, kalau memang warga tidak boleh membuka usaha di tenlat yang mereka tinggali, maka ia meminta pemkot untuk memberi alternatif yang riil. (KS1/RED)

Related Articles

Stay Connected

22,764FansSuka
3,434PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles