Hasil Survei Independet Menempatkan Bakal Calon Walikota Urutan 2 menjadi yang terbaik

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Seperti biasa menjelah pemilihan umum, baik itu presiden, gubernur maupun bupati/walikota, sering kita jumpai survey-survey yang terkait dengan elektabilitas pasangan calon.

Begitu pula dengan pemilihan walikota di Surabaya kali ini, sebuah survey terkait elektabilitas calon kepala daerah, dilakukan oleh beberapa lembaga survey.

Hasil Survey tentang elektabilitas bakal calon walikota surabaya

Terlepas dari sinyalemen beberapa pihak yang sering menganggap hasil survey sebuah lembaga sangat dipengaruhi oleh siapa yang membayarnya dan juga sering independenitas lembaga survey dianggap kurang independen. Namun faktanya, sering kali hasil survey tetap dipakai sebagai acuan bagi pasangan calon yang bertanding.

sering dikaitkan dengan salah satu pasangan calon tertentu. Tim Risma-Whisnu optimistis, pasangan nomor urut dua kembali memenangi Pilkada Surabaya 2015. Optimisme itu terbangun setelah hasil survey menempatkan pasangan petahana unggul telak.

Hasil survey yang dilakukan Surabaya Consulting Group (SCG) pada November lalu, menampilkan data pasangan calon walikota Surabaya yang akan bersaing dengan komposisi Risma Whisnu memperoleh 94% dan Rasiyo-Lucy 6%.

Sementara disisi lain, survey yang dilakukan Indo Barometer, menempatkan pasangan Risma-Whisnu 82,3% dan Rasiyo-Lucy 4,5% sementara 12,9% belum memutuskan pilihannya.

“Dari hasil ini, bisa dikatakan, potensi elektabilitas untuk pasangan calon Risma-Whisnu dari kedua hasil survey itu adalah 93.5%, sementara pasangan calon Rasiyo-Lucy 6,5%,” jelas Direktur Eksekutif SCG Consulting Didik Prasetiyono, di Surabaya, Senin (7/12/2015).

Menurut Didik, hasil survey ini di satu sisi akan membangun optimisme bakal calon Risma-Whisnu untuk memenangkan pelihan walikota Surabaya yang akan dilakukan tanggal 9 Desember mendatang.

Terkait dengan ke-absahan dari hasil survey yang sering dinilai memiliki tendensi tertentu ini, tim Kampanye Risma-Whisnu menyatan siap untuk membuka dan mempersilakan untuk dilakukan audit metodologi.

“Baik SCG Consulting maupun Indo Barometer Jakarta siap untuk audit metodologi,” tegas Didik.

Hal disampaikan Didik, untuk menyikapi munculnya hasil survey lain yang berbeda, yang menempatkan hasil persentase kemenangan yang berbeda, atau bahkan yang menempatkan pasangan Rasiyo-Lucy sebagai pemenang Pilkada Surabaya.

“Mari kita uji reliabilitas dan validitas survey saat coblosan tanggal 9 besok. Kami yakin karena metodologi ilmiah yang dipakai sudah terukur dan patut, juga dilakukan oleh dua lembaga survey yang berbeda,” terangnya.

Sementara soal tingginya elektabilitas pasangan calon Risma-Whisnu, menurut Didik, ada beberapa faktor yang menentukan, yakni tingginya kepuasan masyarakat atas pemerintahan incumbent, tingginya kepuasan masyarakat atas kemajuan infrastruktur jalan, taman, kesehatan dan sekolah.

“Persepsi kepuasan masyarakat atas kemajuan Kota Surabaya mencapai 96 persen. Hal inilah yang membuat hasil survey menjadi demikian,” pungkasnya. (Ep)

Leave a Reply