Imigrasi Perak Andalkan ‘APOA’ untuk Deteksi Orang Asing

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Sulitnya melakukan deteksi atau pengawasan terhadap masuknya orang asing di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak (Surabaya, Gresik, Lamongan, Tuban dan Bojonegoro), membuat pihak Imigrasi harus melibatkan berbagai pihak untuk ikut membantu melakukan pencegahan dan pengawasan.

Apalagi dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), bias dipastikan Jawa Timur bakal kebanjiran orang asing yang bisa masuk dengan mudah tanpa harus memakai visa.

Untuk mengantisipasi hal ini, Imigrasi Tanjung Perak, Kamis (26/11/2015), mengajak perwakilan hotel, penginapan, mess, maupun perusahaan, ikut dalam sosialisasi Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA).

Seperti dikatakan Saffar Muhammad Godam, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak,  pihak Imigrasi agak sulit untuk bisa mendeteksi orang asing ini masuk Indonesia dari mana maupun keluar lewat mana. Dan Intelijen pun sangat sulit menyimpulkan siapa dan bagaimana mencegahnya.

“Satu-satunya jalan, kita akan meminta bantuan pihak hotel, mess, penginapan maupun perusahaan dimana ada orang asingnya,” ujarnya usai membuka sosialisasi ‘APOA’ di Hotel Rich Palace, Kamis (26/11/2015).

Saffar juga menjelaskan, sosialisasi program APOA ini sangat penting agar pergerakan orang asing ini bisa terdeteksi, sebagai langkah awal agar orang asing yang tidak diundang menganggu keamanan dan ketertiban di Indonesia. Disamping itu APOA ini juga bisa mendeteksi berapa jumlah orang asing masuk ke wilayah kerja Imigrasi Tanjung Perak.

“Pelaporan orang asing ke website kami oleh teman-teman ini, akan sangat membantu kita, agar kita bisa memantau pergerakan orang asing yang menginap di hotel, penginapan maupun mess perusahaan. Tak terkecuali, orang asing yang tinggal di rumah pribadi, harus dilaporkan,” sambungnya.

Dalam sosialisasi itu, peserta yang hadir diajak oleh panitia langsung praktek menggunakan laptop masing-masing melalui website www.imigrasi.go.id untuk bisa melaporkan orang asing jika hotel, penginpan atupun perusahaan tempat mereka bekerja ketempatan orang asing.

“Kegiatan ini bagus dan kami sangat mendukung. Di Jakarta, kebetulan tidak ada. Karena tempat kerja kami juga punya cabang di Bojonegoro, makanya kami ingin sekali ikut. Ternyata sangat membantu dengan pekerjaan yang kebetulan mengurusi orang asing untuk perusahaan,” ujar salah satu peserta dari Exxon Mobil.

Sementara Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jawa Timur, Effendi B. Paranginangin yang turut hadir di acara itu mengatakan, dengan kecanggihan teknologi, aplikasi ini akan mempermudah untuk melaporkan keberadaan orang asing, yang diharapkan juga akan mempermudah dalam pengawasan.

“Kalau dulu berkirim surat untuk melaporkan, sekarang tidak lagi. Siapapun yang ketempatan orang  asing wajib melaporkan. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Itu perlunya aplikasi ini,” pungkas Effendy. (Ep)

Leave a Reply