34 C
New York
Selasa, Agustus 9, 2022

Buy now

IPNU Jatim Deklarasikan Gerakan Pelajar Anti Radikalisme Dan Narkoba

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Jawa Timur mendeklarasikan gerakan pelajar anti radikalisme dan narkoba. Sebagai respon sekaligus langkah antisipasi merebaknya radikalisme yang belakangan mulai menyasar kalangan pelajar.

Pelantikan dan Rapim PW IPNU di Hall PWNU Jatim, Minggu (29/11/2015)

Ketua IPNU Jatim Haikal Atiq Zamzami mengatakan, deklarasi pelajar anti radikalisme dan narkoba didasarkan pada kegelisahan melihat fenomena yang cukup memprihatinkan, dimana banyak masyarakat tak berdosa turut menjadi korban akibat radikalisme yang terus tumbuh hingga di tataran pelajar. Begitupula akibat narkoba, tiap harinya tunas bangsa gugur percuma.

“Kita bertekad bulat melawan segala bentuk radikalisme dan peredaran narkoba yang ada di dunia pendidikan,” katanya seusai Pelantikan dan Rapim PW IPNU di Hall PWNU Jatim, Minggu (29/11/2015).

Jaringan radikalisme dan narkoba yang berkembang di luar negeri maupun yang sedang tumbuh di Indonesia, menurutnya, sudah mulai masuk ke nadi-nadi dunia pendidikan. Baik SMA maupun perguruan tinggi.

“Kami akan menggalang dukungan dari seluruh sekolah dan perguruan tinggi di Jawa Timur, untuk bersama-sama menyatukan komitmen memerangi radikalisme,” lanjut Haikal.

Masalah yang juga perlu mendapatkan perhatian serius menurut Haikal adalah persoalan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Apabila tidak dilakukan penanganan serius maka masa depan generasi muda sangat terancam.

“Aset terbesar bangsa Indonesia adalah pemuda, mereka harus dilindungi. Jangan sampai tergoda oleh narkoba,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Saiful Rachman mengatakan strategi preventif sejak dini memang perlu dilakukan terutama bagi generasi muda. Penanaman nilai-nilai keagamaan dan kebangsaaan di sekolah mulai dari pendidikan dasar hingga menengah turut memberikan dampak positif terhadap upaya menghadang radikalisme.

“Pesantren dan sekolah-sekolah NU bersama pemerintah Jawa Timur selama ini cukup banyak bekerjasama meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk untuk menghadang radikalisme, baik di kalangan internal maupun kampanye anti radikalisme di masyarakat secara luas,” terangnya.

Radikalisme, menurut Saiful, diantara penyebab yang paling berpengaruh adalah karena memahami agama secara literal dan semakin gencarnya penyebaran paham-paham yang mengarah pada radikalisme melalui media sosial. Untuk itu, diharapkan IPNU dapat menjadi garda terdepan menanamkan sikap toleransi dan keberagaman di masyarakat.

“Untuk menghindari radikalisme yang semakin mengkhawatirkan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan stakeholder untuk membentengi masing-masing anggota keluarga dari godaan radikalisme,” jelasnya.

Deklarasi Pelajar Jatim anti radikalisme dan anti narkoba diikuti sebanyak 300 peserta dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Dan pada kesempatan itu pula , dilakukan Penandatangan MoU antara Dindik Jatim dan BNN Jatim dengan IPNU Jatim terkait kerjasama menolak radikalisme dan narkoba di dunia pendidikan. (Ep)

Related Articles

Stay Connected

22,764FansSuka
3,432PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles