5.1 C
New York
Jumat, Desember 2, 2022

Buy now

Konspirasi Panwaslu dan KPU Kota Surabaya Semakin Menguat

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Skandal rekomendasi ‘abal-abal’ DPP PAN untuk pasangan Rasiyo-Abror, semakin menguatkan adanya dugaan konspirasi antara Panwaslu dan KPU Kota Surabaya, karena tidak adanya tidakan apapun.

Panwas yang seharusnya bertindak sebagai polisi aturan dalam pemilu, tidak bereaksi ketika melihat fakta bahwa ada pelanggaran serius yang dilakukan KPU Kota Surabaya terkait dengan upaya meloloskan pendaftaran pasangan Rasiyo-Abror yang jelas-jelas melanggar peraturan yang ada.

Lucunya, Panwas malah menyerahkan keputusan sah dan tidaknya rekom ‘abal-abal’ itu ke KPU Kota Surabaya. Padahal peraturannya jelas seperti pada PKPU 12 Tahun 2015 Pasal 42 ayat (2) Pengesahan surat pencalonan beserta lampirannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dibubuhi tanda tangan asli/basah oleh Pimpinan atau para Pimpinan Partai Politik yang bergabung dan dibubuhi cap basah Partai Politik sesuai dengan surat keputusan kepengurusan Partai Politik yang sah.

Inilah yang kemudian menimbulkan pertanyaan besar. Ada apa dengan Panwas dan KPU Surabaya ? Mungkinkah ada permainan uang disini ? Atau ada kekuasaan besar yang menekan Panwas maupun KPU Surabaya ?

Menurut praktisi hukum M. Soleh, baru kali ini ada sebuah lembaga bernama KPU di Kota Surabaya yang membiarkan dan melegalkan pasangan calon boleh mendaftar hanya berbekal rekomendasi abal-abal (tidak asli).

“Padahal sejak pendaftaran, adanya rekomendasi ‘abal-abal’ berupa hasil scan sudah bisa dilihat dan Panwas juga menilai rekomendasi jenis dokumen Model B.1 KWK-Parpol dari DPP PAN itu bermasalah,” tegas Soleh, Kamis (13/08/2015).

Panwas Surabaya terkesan impoten dalam menindak ulah KPU Kota Surabaya yang melegalkan rekomendasi abal-abal itu. Karena faktanya, hingga kini Panwas tidak berani memberikan pernyataan apapun atas tindakan KPU yang menafsirkan sendiri bahwa rekomendasi scan DPP PAN untuk pasangan Rasiyo-Abror sah karena diklaim aslinya ada di DPP PAN.

“Ini layak untuk didaftarkan ke Museum Rekor Indonesia (MURI). Karena ini baru pertama kali ada KPU mau menerima pendaftaran pasangan calon dengan membawa rekomendasi hasil scan, bukan asli,” pungkas Sholeh. (Edmen Paulus)

Related Articles

Stay Connected

22,764FansSuka
3,590PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles