KPK dan KPU Surabaya Sepakat Wujudkan Pilkada Berintegritas

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada tahun ini bisa melahirkan pemimpin yang berintegritas. Lembaga antirasuah itu pun berkomitmen untuk turut mengawal pelaksanaannya di berbagai daerah.

Komisioner KPU Kota Surabaya Robiyan Arifin bersama Alfi Rachman Waluyo, didampingi Indraza Marzuki dari Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

KPK telah memilih Kota Surabaya untuk menjadi kota percontohan pelaksanaan pilkada berintegritas. Menurut Alfi Rachman Waluyo dari Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK, Surabaya dipilih sebagai daerah percontohan karena selain sebagai kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta, kota Pahlawan ini juga memiliki kompleksitas yang berbeda.

“Karena ini kota besar, tentu jumlah pemilih dan anggarannya juga besar. Calon-calon kepala daerahnya pun pasti akan berkompetisi secara ketat. Nah, karena kompetisi yang sangat ketat ini, kami khawatirkan para calon yang akan bersaing ini akan menghalalkan segala cara,” kata Alfi usai membahas persiapan pelaksanaan program Pilkada Berintegritas di Kantor KPU Kota Surabaya, Selasa (26/5/2015).

Program Pilkada Berintegritas akan diluncurkan KPK pada Juni 2015 mendatang di Jakarta. Program tersebut diluncurkan karena dilatari keinginan bahwa pelaksanaan pilkada serentak yang berlangsung tahun ini bisa melahirkan pemimpin daerah yang benar-benar berintegritas.

“Integritas ini maksudnya adalah antara hati, pikiran, kata, serta perbuatan kepala daerah itu harus sama. Jangan sampai ketika kampanye bilang akan begini, tetapi setelah berkuasa malah melakukan hal sebaliknya. KPK sangat percaya bahwa Pilkada yang berintegritas pasti akan juga melahirkan pemimpin yang benar-benar mensejahterakan rakyat serta mendukung upaya pemberantasan korupsi,” tuturnya.

Integritas kepala daerah ini, di awal akan diuji melalui pemilihan kepala daerah. Karena itu menjadi tak kalah penting agar peran dan integritas penyelenggara pilkada serta pemilih juga diperkuat.

“Selain kandidat kepala daerah, faktor yang turut berperan dalam pilkada yang berintegritas ini juga penyelenggara mulai dari KPU sampai di tingkat kecamatan dan kelurahan, serta pemilih,” lanjut Alfi.

Berbagai latar belakang tersebut, selanjutnya oleh KPK dan KPU Kota Surabaya akan diwujudkan dalam serangkaian kegiatan bersama. Komitmen tersebut lahir setelah kedua lembaga ini melakukan pertemuan dan diskusi bersama.

Beberapa agenda penting yang akan dilaksanakan KPK dan KPU Kota Surabaya di antaranya adalah sosialisasi kepada para calon pemilih, pembekalan terhadap para penyelenggara PPK di semua lini, serta pembekalan calon kepala daerah yang akan bersaing.

“Kami akan membuat buku putih berisi panduan kepada kepala daerah. Buku panduan ini akan menjadi guidance untuk mereka agar tahu apa –apa saja yang tidak boleh dilakukan saat mereka telah terpilih sebagai kepala daerah. Jadi peran KPK memang tidak berhenti sampai selesai pemilu saja. Setelah itu, kami juga akan mengawasi pemimpin yang telah terpilih,” paparnya.

Lebih lanjut, Alfi menilai pelaksanaan Pilkada serentak pada tahun ini memiliki tingkat kerawanan dan potensi korupsi yang tinggi. Apalagi, konsentrasi para penegak hukum pasti akan terpecah-pecah lantaran pilkada tak hanya berlangsung di satu daerah saja.

Karenanya, program Pilkada Berintegritas yang digelar KPK juga akan menyasar seluruh daerah yang menggelar pilkada yang keseluruhan berjumlah 269 daerah dan terdiri dari sembilan pemilihan gubernur serta 260 pemilihan bupati atau walikota.

“Selain Surabaya, daerah yang juga kami pilih menjadi percontohan adalah Kabupaten Badung. Di sana PAD-nya sangat besar sehingga semakin penting agar kepala daerahnya benar-benar berintegritas,” pungkasnya.

Menanggapi komitmen KPK ini, Ketua KPU Surabaya, Robiyan Arifin, menyatakan bahwa pihaknya sangat mendukung. Apalagi program yang digagas KPK tersebut sangat selaras dengan visi dan misi KPU Kota Surabaya untuk melaksanakan Pilkada yang jujur, bermartabat, adil, dan berintegritas.

“KPU Kota Surabaya seratus persen mendukung pelaksanaan Program Pilkada Berintegritas yang dibuat KPK. Saat launching-nya nanti kami juga akan hadir untuk menunjukkan bahwa kami memang berkomitmen untuk turut menyelenggarakan pilkada yang berintegritas,” kata Robiyan Arifin. (Edmen Paulus)

Leave a Reply